Peringati Hari Pelanggan Nasional, Jasa Raharja Ajak “Jasfren” Bergerak Bersama Menjaga Keselamatan untuk Negeri

oleh -11 Dilihat

Jakarta –Suaratimurnews.com Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, PT Jasa Raharja (Persero) menggelar kegiatan bertajuk “Jasfren Peduli: Melayani Sepenuh

Hati, Bersama Menjaga Keselamatan untuk Negeri” di QQ Kopitiam, Menteng,
Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Acara ini dikemas dalam bentuk sharing session dan talkshow,
kegiatan ini menjadi ruang bagi Jasa Raharja untuk mendengarkan pengalaman
masyarakat, sekaligus memperkuat kesadaran bahwa pelayanan, kepatuhan, dan keselamatan transportasi merupakan tanggung jawab bersama.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa Hari
Pelanggan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk kembali mendengarkan kebutuhan dan harapan masyarakat.

“Bagi Jasa Raharja, pelanggan yang kami sebut Jasfren bukan hanya orang yang
menerima layanan. Jasfren adalah alasan kami terus memperbaiki diri. Kami ingin
memastikan bahwa ketika masyarakat membutuhkan Jasa Raharja, mereka
mendapatkan pelayanan yang cepat, mudah, ramah, dan memberikan rasa aman,”ujarnya.

Menurutnya, Jasfren dikembangkan bukan hanya sebagai sapaan bagi pelanggan
Jasa Raharja, tetapi juga sebagai gerakan yang menghubungkan berbagai kelompok
masyarakat dalam satu tujuan keselamatan. Semangat tersebut dirangkum dalam
pesan “One Movement, Many Communities, One Safety Purpose”.

Melalui gerakan ini, masyarakat didorong untuk tidak hanya menjadi penerima layanan atau informasi, tetapi ikut membangun budaya keselamatan transportasi. “Setiap hari adalah hari pelanggan. Yang paling penting adalah masyarakat benar-benar
merasakan bahwa negara hadir ketika mereka membutuhkan,” kata Awaluddin.

Upaya membangun keselamatan tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program
intervensi di titik-titik rawan kecelakaan. Hingga Agustus 2026, efektivitas intervensi
yang dilakukan Jasa Raharja turut berkontribusi terhadap penurunan tingkat fatalitas korban meninggal dunia sebesar 4,59 persen atau berkurang 329 korban
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Awaluddin menegaskan, membangun budaya tertib berlalu lintas tidak dapat
dilakukan oleh satu pihak. Peran aktif masyarakat bersama seluruh pemangku
kepentingan perlu terus diperkuat agar upaya menekan risiko dan fatalitas kecelakaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, membangun budaya tertib berlalu lintas harus terus diperkuat melalui peran aktif seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dipandu Mpok Caca, talkshow Jasfren Peduli membahas transformasi pelayanan
Jasa Raharja, pengalaman masyarakat ketika mengakses pelayanan, pemanfaatan
kanal digital, kepatuhan membayar pajak kendaraan dan SWDKLLJ, serta pentingnya
membangun perilaku tertib berlalu lintas.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan Bripda Ananda Rafi, anggota kepolisian
sekaligus kreator konten, yang berbagi pengalaman mengenai pemanfaatan media
sosial sebagai sarana edukasi keselamatan.

Pendekatan komunikasi yang ringan,
relevan, dan mudah dipahami dinilai penting, khususnya untuk menjangkau generasi muda. Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja turut menjelaskan transformasibpelayanan yang terus dilakukan melalui penguatan integrasi dengan berbagaibpemangku kepentingan, termasuk Korlantas Polri dan rumah sakit.

Integrasi tersebut memungkinkan informasi kecelakaan diterima lebih cepat, sehingga
proses verifikasi dan pemberian pelayanan kepada korban dapat segera dilakukan.
Transformasi tidak berhenti pada digitalisasi proses, tetapi diarahkan untuk
memberikan kemudahan, transparansi, dan kepastian kepada masyarakat.

Jasa Raharja juga memperkuat akses informasi melalui aplikasi Jasfren. Melalui kanal tersebut, masyarakat, khususnya korban luka yang mendapatkan perawatan, dapat memperoleh informasi awal mengenai kecelakaan serta memeriksa detail surat jaminan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Teknologi bukan sekadar memindahkan proses manual menjadi digital. Ukuran
utamanya adalah apakah teknologi tersebut benar-benar membuat pelayanan lebih
mudah, transparan, dan memberikan kepastian bagi Jasfren,” tambah Awaluddin.

Pengalaman langsung dari penerima pelayanan dan wajib pajak turut menjadi bagian dalam talkshow tersebut. Cerita tersebut memperlihatkan bagaimana kemudahan pelayanan, akses informasi, dan kanal pembayaran digital dapat membangun pengalaman yang lebih baik sekaligus mendorong kepatuhan masyarakat.

Semangat Jasfren Peduli juga tidak hanya hadir di Jakarta. Dalam rangka
memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026, Jasa Raharja hadir lebih dekat dengan
masyarakat di berbagai wilayah melalui sejumlah kegiatan pelayanan dan kepedulian,antara lain dengan membagikan helm keselamatan kepada wajib pajak di kantor Samsat sebagai bagian dari kampanye keselamatan berlalu lintas, serta hadir secara langsung menjenguk dan memberikan dukungan kepada korban kecelakaan lalu
lintas di wilayah kerja Jasa Raharja.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Jasfren Peduli menjadi momentum bagi Jasa
Raharja untuk tidak hanya memberikan pelayanan, tetapi juga menunjukkan
kepedulian secara nyata kepada masyarakat.

Kehadiran langsung di tengah
masyarakat diharapkan dapat memperkuat kedekatan dengan para Jasfren sekaligus
menggerakkan partisipasi publik dalam membangun budaya keselamatan transportasi yang berkelanjutan.(*)