OJK Maluku Gandeng BKKBN Perkuat Literasi Keuangan Penyuluh KB

oleh -38 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggandeng Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di tingkat keluarga.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi Keuangan yang menyasar pegawai, Penyuluh Keluarga Berencana (KB), serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Provinsi Maluku.pada Rabu 2/9/2026.

Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady menekankan pentingnya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, terutama melalui para penyuluh yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurutnya, Penyuluh KB bukan hanya memiliki peran dalam membangun keluarga berkualitas dari sisi kependudukan dan kesehatan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ketahanan ekonomi keluarga melalui edukasi keuangan.

“Para Penyuluh KB merupakan garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Karena itu, mereka perlu memiliki pemahaman keuangan yang baik agar dapat ikut mengedukasi keluarga di wilayah masing-masing,” ujar Haramain.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai perencanaan dan pengelolaan keuangan yang sehat, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan yang aman, hingga kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan keuangan.

Salah satu perhatian utama adalah maraknya investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang berpotensi menjerat masyarakat dan mengganggu ketahanan ekonomi keluarga.

Sinergi OJK dan BKKBN ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman para peserta. Para Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga juga didorong menjadi agen literasi keuangan yang mampu meneruskan edukasi kepada masyarakat hingga ke pelosok desa dan Kampung KB.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE<span;> menegaskan bahwa ketahanan keluarga tidak hanya berkaitan dengan aspek sosial dan kesehatan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan keluarga dalam mengelola kondisi ekonominya.

Karena itu, penguatan kapasitas Penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga menjadi penting agar edukasi yang diberikan kepada masyarakat semakin komprehensif.

Kolaborasi OJK Maluku dan BKKBN diharapkan mampu memperluas jangkauan literasi keuangan sekaligus mendorong terbentuknya keluarga yang lebih mandiri dalam mengambil keputusan finansial.

Dari keluarga yang memiliki pemahaman keuangan yang baik, diharapkan lahir masyarakat Maluku yang mandiri, sejahtera, dan tangguh secara ekonomi.(ST01)

<span;>