Ambon, -Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat literasi keuangan sejak bangku sekolah. Salah satunya dilakukan melalui Training of Trainers (ToT) Literasi Keuangan bagi guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) tingkat SMP/MTs se-Kota Ambon.
Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady mengatakan, guru memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir dan perilaku keuangan generasi muda. Karena itu, peningkatan kapasitas guru menjadi bagian penting dalam memperluas edukasi keuangan di lingkungan sekolah.
“Guru adalah ujung tombak perubahan. Melalui kegiatan Training of Trainers ini, para guru dibekali pemahaman dan ilmu pengelolaan keuangan yang aplikatif serta relevan dengan perkembangan zaman,” kata Haramain di Lantai V Kantor OJK Provinsi Maluku, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, literasi keuangan tidak cukup hanya diperkenalkan secara teoritis. Pemahaman tersebut perlu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kemampuan mengelola uang, menentukan prioritas kebutuhan, memahami produk dan layanan keuangan, hingga mengenali berbagai risiko keuangan digital.
Haramain menjelaskan, kegiatan ToT tersebut merupakan tindak lanjut dari Program Modul Ajar Literasi Keuangan yang telah disusun dan disahkan oleh Wali Kota Ambon.
Dengan adanya modul ajar tersebut, edukasi literasi keuangan diharapkan dapat berlangsung secara lebih sistematis dan terintegrasi dalam proses pembelajaran di sekolah.
OJK Maluku menilai penguatan literasi keuangan sejak dini semakin penting di tengah perkembangan layanan keuangan digital. Generasi muda perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak agar tidak mudah terjebak dalam berbagai risiko, termasuk penipuan keuangan, investasi ilegal, maupun pinjaman online ilegal.
“Bersama-sama kita bangun ekosistem pendidikan yang melek finansial sejak dini. Harapannya, para guru dapat menjadi agen perubahan yang meneruskan pengetahuan ini kepada para siswa,” ujarnya.
OJK Maluku mengapresiasi semangat dan dedikasi para guru IPS yang mengikuti kegiatan tersebut. Kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan dinilai menjadi kunci untuk mencetak generasi muda yang semakin cakap mengelola keuangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda Indonesia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan demi masa depan yang lebih baik.(ST01)

