SCHOOL GOES TO AIRPORT: Siswa SD Inpres 59 Tawiri Belajar Langsung Operasional Bandara Pattimura

oleh -37 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Suasana berbeda terlihat di Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Senin (3/8/2026). Puluhan siswa SD Inpres 59 Tawiri mendapat kesempatan mengenal lebih dekat dunia penerbangan melalui program “School Goes to Airport”, sebuah kegiatan edukasi yang mengajak anak-anak memahami proses operasional bandara secara langsung.

Program ini dirancang untuk mengubah pandangan bahwa bandara bukan sekadar tempat pesawat datang dan berangkat, tetapi juga ruang edukasi yang memperkenalkan pentingnya keselamatan, kedisiplinan, serta berbagai profesi di industri penerbangan.

General Manager Bandar Udara Internasional Pattimura Ambon, Johan Seno Acton, mengatakan pihaknya ingin menjadikan bandara sebagai ruang belajar yang mampu menginspirasi generasi muda.

“Kami sangat antusias menyambut kehadiran adik-adik dari SD Inpres 59 Tawiri. Bandara Pattimura bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan juga jendela edukasi dan ruang publik bagi masyarakat sekitar.

Kami berharap kunjungan ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap dunia kedirgantaraan sejak dini dan menginspirasi mereka untuk berani bermimpi menjadi bagian dari ekosistem penerbangan di masa depan,” ujarnya.

Selama kunjungan, para siswa diajak mengikuti alur perjalanan layaknya seorang penumpang. Kegiatan diawali dari area check-in, tempat mereka mempelajari proses penukaran tiket menjadi boarding pass, penimbangan bagasi, hingga sistem conveyor yang mengantarkan barang ke pesawat.

Rombongan kemudian memasuki Security Check Point (SCP) untuk memahami pentingnya prosedur pemeriksaan keamanan. Di lokasi tersebut, petugas Aviation Security menjelaskan bahwa area pemeriksaan merupakan zona terbatas (restricted area) sehingga pengambilan foto maupun video tidak diperbolehkan.

Anak-anak juga dikenalkan dengan berbagai jenis barang yang dilarang dibawa ke dalam kabin pesawat demi menjaga keselamatan penerbangan.Perwakilan Aviation Security, I Gde Bratha Adi, menegaskan bahwa edukasi keselamatan perlu dikenalkan sejak usia dini.

“Pemeriksaan keamanan adalah jantung keselamatan penerbangan. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan budaya disiplin dan kepedulian terhadap keselamatan sejak dini. Anak-anak diajarkan mengapa barang tertentu dilarang dibawa ke pesawat dan mengapa area ini memiliki aturan ketat, termasuk larangan memotret, demi keamanan seluruh pengguna jasa bandara,” jelasnya.

Usai melewati area keamanan, siswa diajak menuju ruang tunggu keberangkatan di Gate 1 dan Gate 2, tempat mereka mempelajari proses boarding sebelum penumpang memasuki pesawat.

Antusiasme peserta semakin terlihat ketika rombongan mengunjungi anjungan bandara. Dari balik kaca besar, mereka dapat menyaksikan aktivitas pesawat di apron sekaligus mengenal berbagai fasilitas yang tersedia bagi penumpang, mulai dari tenant kuliner, working space, game station, toilet, musala, hingga Kids Station, area bermain yang disediakan khusus untuk anak-anak.

Tur edukatif tersebut ditutup di Arrival Hall, tempat para siswa melihat langsung proses kedatangan penumpang dan pengambilan bagasi, sekaligus memahami rangkaian perjalanan penumpang dari keberangkatan hingga tiba di tujuan.

Melalui program School Goes to Airport, Bandara Internasional Pattimura Ambon berharap dapat memperluas wawasan anak-anak mengenai dunia penerbangan, menanamkan budaya keselamatan, serta membangun mimpi generasi muda untuk berkiprah di sektor aviasi Indonesia.(*)