Wali Kota Ambon Tekankan Peran Kosgoro Dorong Ekonomi Kerakyatan Berbasis Kelautan

oleh -1 Dilihat

Ambon,- -Suaratimurnews.com Penjabat Sekretaris Kota, Robert Sapulette, menegaskan Musyawarah Daerah (Musda) II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku menjadi momentum strategis dalam memperkuat arah dan peran organisasi di tengah dinamika pembangunan daerah.

Dalam sekapur sirihnya, Robert menyebut Musda bukan sekadar ajang konsolidasi internal, tetapi juga ruang evaluasi untuk merumuskan langkah ke depan sekaligus memperkuat kontribusi organisasi terhadap pembangunan.

“Musyawarah daerah adalah momentum penting dalam perjalanan organisasi, bukan hanya untuk memperkuat soliditas, tetapi juga untuk merumuskan arah kebijakan dan strategi organisasi yang relevan dengan tantangan zaman,” ujar Robert saat mewakili Wali Kota Ambon pada Musda II Kosgoro 1957 Provinsi Maluku di Zetsu Hotel, Jumat (24/4/2026).

Ia menilai tema penguatan ekonomi kerakyatan berbasis kelautan yang diusung Kosgoro 1957 sangat tepat dan sesuai dengan kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah laut.

Menurutnya, lebih dari 90 persen wilayah Maluku merupakan lautan dengan potensi besar di sektor perikanan, budidaya, hingga pariwisata bahari yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

“Masih ada tantangan seperti keterbatasan akses pasar, teknologi, serta infrastruktur pendukung. Ditambah lagi regulasi yang cenderung sentralistik juga menjadi hambatan dalam pengelolaan potensi daerah secara optimal,” jelasnya.

Robert menekankan perlunya keberanian bersama untuk mendorong reformasi kebijakan yang lebih adaptif dan berbasis karakteristik daerah kepulauan seperti Maluku.

Dalam konteks itu, organisasi kemasyarakatan seperti Kosgoro 1957 diharapkan bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya penguatan ekonomi rakyat berbasis sumber daya laut yang berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan inklusif dalam pembangunan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk masyarakat pesisir, perempuan, dan generasi muda.

“Tanpa keterlibatan aktif masyarakat, pembangunan tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Robert berharap Musda II Kosgoro 1957 dapat melahirkan program kerja yang konkret serta kepemimpinan organisasi yang visioner dan berintegritas.

“Jadikan forum ini sebagai ruang dialog produktif untuk merumuskan solusi atas berbagai persoalan pembangunan, khususnya dalam mendorong ekonomi kerakyatan berbasis kelautan,” pungkasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membangun Maluku yang lebih maju dan sejajar dengan menjadikan sektor kelautan sebagai kekuatan utama pembangunan, khususnya di Kota Ambon.(ST01)