Ambon–Suaratimurnews.com Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menghadiri undangan podcast Siniar KeKer yang digelar di Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Ambon, Selasa (24/2/2026). Podcast tersebut mengangkat tema inspiratif “Dari Kebun Pala ke Pelayanan Publik”.
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, Vanath membagikan perjalanan hidupnya dari seorang petani hingga dipercaya menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku. Ia menegaskan bahwa latar belakang sebagai petani bukanlah penghalang untuk bermimpi dan mencapai posisi strategis di pemerintahan.
“Saya hidup sebagai petani, tetapi survei saya tinggi untuk menjadi kepala daerah, walaupun saya tidak hidup di kota. Saya selalu menerima setiap masukan yang diberikan kepada saya,” ujarnya.
Vanath mengaku bangga karena gagasan dan cita-cita yang dirintisnya sejak 15 tahun lalu mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian. Ia mendorong masyarakat Maluku untuk kembali berkebun dan mengoptimalkan potensi lokal.
Menurut dia, profesi petani tidak bisa dipandang sebelah mata. “Orang hebat itu bukan saja politisi, orang kantoran, atau ASN. Petani pun bisa menjadi orang hebat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti komoditas pala sebagai bagian penting dari identitas dan sejarah Maluku. Sejak masa lampau, pala memiliki nilai ekonomi tinggi dan bahkan digunakan sebagai bahan pengawet alami sebelum berkembangnya teknologi pendingin modern. Potensi tersebut, kata dia, harus terus dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi daerah.
Dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, Vanath berkomitmen mendorong kebijakan dan alokasi anggaran yang lebih berpihak pada sektor pertanian dan kelautan. Ia menilai angka kemiskinan di Maluku masih didominasi kelompok petani dan nelayan, sementara dukungan anggaran untuk kedua sektor itu relatif rendah.
Kondisi geografis Maluku yang sekitar 93 persen wilayahnya berupa lautan, lanjut dia, menjadi tantangan tersendiri dalam formulasi kebijakan dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi kemajuan daerah. Ia berharap semakin banyak generasi muda Maluku yang berpendidikan dan mapan secara ekonomi agar mampu berkontribusi menjaga stabilitas sosial dan keamanan.
“Keberhasilan adalah milik orang yang konsisten dalam perjuangan untuk mencapainya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vanath juga mengungkapkan perannya dalam mendorong hadirnya RRI di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, guna menjawab keterisolasian informasi masyarakat. Ia menilai RRI memiliki peran strategis dalam konteks pertahanan dan keamanan sebagai sumber informasi resmi dan terpercaya.
“Bayangkan jika masyarakat tidak mendapatkan informasi yang benar, mereka bisa saja menerima informasi dari sumber yang tidak jelas,” katanya.
Menutup perbincangan, Vanath berpesan kepada generasi muda dan para orang tua agar mempersiapkan diri menghadapi tantangan era digital. Perkembangan teknologi, menurut dia, akan menggeser banyak fungsi pekerjaan manusia sehingga peningkatan kapasitas, keterampilan, dan daya saing menjadi keniscayaan.
Melalui podcast tersebut, ia berharap semangat berkarya, berinovasi, dan membangun daerah dari potensi lokal terus tumbuh demi terwujudnya Maluku yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.(*)

