Ambon ,-Suaratimurnews.com Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku memastikan progres penanganan jaringan irigasi dan infrastruktur air lainnya di sejumlah wilayah di Maluku telah mencapai sekitar 90 persen menjelang akhir tahun 2025. Hal itu disampaikan Kepala BWS Maluku, Fery Moun Happy, M.Tech, usai menghadiri rapat bersama DPRD Maluku, Rabu (3/12/2025).
Fery menjelaskan, dukungan pemerintah pusat melalui Dana Instruksi Presiden (Inpres) memberikan dampak besar terhadap percepatan pembangunan, baik di wilayah kepulauan, Pulau Seram, maupun Pulau Buru.
“Dukungan pemerintah pusat luar biasa. Banyak wilayah—baik di kepulauan, Pulau Seram, maupun Pulau Buru—yang mendapat intervensi melalui Dana Inpres. Ini sangat membantu peningkatan layanan air dan irigasi,” ujar Fery.
Ia menambahkan, pemerintah daerah (kabupaten/kota maupun provinsi) juga didorong untuk segera mengusulkan penanganan wilayah yang menjadi kewenangannya agar program penanganan dapat berjalan paralel.
Selain jaringan irigasi, BWS Maluku juga menyiapkan pembangunan sumur air tanah untuk daerah yang belum terlayani jaringan irigasi.
“Pembuatan sumur air tanah ini ditujukan untuk wilayah-wilayah yang tidak bisa dijangkau jaringan irigasi. Dengan begitu, kebutuhan air masyarakat tetap bisa terpenuhi,” jelas Fery.
Untuk keseluruhan proyek tahun anggaran 2025, Fery menyebut progres lapangan telah mencapai sekitar 90 persen. Meski begitu, beberapa lokasi mengalami keterlambatan akibat faktor cuaca.
“Progres secara umum sudah hampir selesai. Memang ada beberapa tempat yang terkendala cuaca, tapi secara keseluruhan masih sesuai rencana,” katanya.
Fery berharap pada 2026 sejumlah jaringan yang diperbaiki maupun pembangunan sumur air tanah dapat segera berfungsi optimal untuk melayani masyarakat.(ST01)

