Ambon , -Suaratimurnews.com Pemerintah mendorong penguatan layanan Keluarga Berencana (KB) di tingkat kecamatan melalui program KB “Mayang” (Mengubah Wacana Menjadi Layanan Nyata di Jantung Kecamatan). Program ini diarahkan untuk menjadikan balai kecamatan sebagai pusat layanan KB terpadu guna meningkatkan akses masyarakat, terutama pasangan usia subur (PUS).
“Selama ini layanan KB di sejumlah wilayah masih terkendala akses yang belum merata. Banyak PUS bergantung pada puskesmas yang jaraknya cukup jauh, sementara balai kecamatan belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Ketua DPD IPEKB Maluku, Ansina Unitly, di sela-sela kegiatan penyuluhan di Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (2/12/2025).
Ia menjelaskan, rendahnya literasi masyarakat mengenai kesehatan reproduksi, keterbatasan penyuluh, serta belum tersedianya ruang konseling tetap di kecamatan turut memperkuat urgensi program ini.
Program KB “Mayang” menawarkan tiga opsi penguatan layanan. Pertama, penetapan balai kecamatan sebagai pusat layanan KB dengan jadwal tetap, ruang konseling, dan distribusi alat kontrasepsi. Kedua, integrasi layanan KB dengan pelayanan publik kecamatan, termasuk administrasi kependudukan, PKH, dan posyandu kecamatan. Ketiga, penguatan layanan KB bergerak yang menjadikan kecamatan sebagai titik koordinasi untuk menjangkau desa dengan cakupan KB rendah.
Analisis kebijakan menunjukkan ketiga opsi tersebut memiliki potensi meningkatkan akses dan efisiensi layanan, meski tetap menghadapi sejumlah tantangan, seperti kebutuhan ruang layanan khusus dan pembiayaan mobilisasi KB bergerak.
Rekomendasi utama program ini mencakup penetapan kecamatan sebagai pusat layanan KB resmi dengan SOP dan tenaga kesehatan permanen, penerapan One Stop KB Service, integrasi KB dalam agenda pelayanan kecamatan, serta penguatan peran kecamatan sebagai hub koordinasi KB bergerak. Monitoring berbasis data capaian PUS per desa juga menjadi bagian dari strategi evaluasi.
Sebagai langkah awal implementasi, penyuluhan, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) serta pelayanan KB telah dilaksanakan di Balai Penyuluh KB Kecamatan Teluk Ambon, untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan langsung sekaligus meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi. (An)

