Ambon –Suaratimurnews.com Upaya pengendalian inflasi di Maluku kini menyentuh sektor pertanian modern. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Mohamad Latif, menilai panen perdana cabai yang digelar Komunitas Smart Farming Maluku menjadi langkah strategis dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
“Inflasi volatile food Maluku mencapai 5,12 persen, dengan harga cabai rawit sempat tembus Rp100 ribu per kilogram. Kondisi itu sempat menjadikan Maluku salah satu ‘zona merah’ inflasi nasional,” ujar Latif, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, panen cabai ini diharapkan bisa memperkuat pasokan di pasar lokal, menekan harga, dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. “Kami ingin memastikan ketersediaan pasokan yang berkelanjutan agar gejolak harga bisa dikendalikan,” katanya.
Latif menegaskan, BI Maluku terus mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk dengan komunitas petani muda yang menggabungkan teknologi smart farming dan metode konvensional.
Acara panen yang berlangsung penuh semangat itu juga diramaikan dengan pembagian doorprize berupa alat penyemprot elektrik.
Kegiatan ini disebut sejalan dengan semangat Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang mendorong transformasi pertanian daerah menuju kemandirian pangan berbasis inovasi dan digitalisasi.(*)

