Perjalanan Panjang Gubernur Maluku Menuju Bacan: Hadir, Menyapa, dan Merajut Persaudaraan

oleh -140 Dilihat

Ambon–Suaratimurnews.com Perjalanan panjang penuh makna ditempuh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama istrinya, Maya Baby Rampen yang juga Ketua TP-PKK Maluku, menuju Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Kehadiran mereka dalam perayaan syukur HUT ke-90 Gereja Protestan Maluku (GPM), Sabtu (6/9/2025), menjadi simbol persaudaraan iman lintas provinsi.

Rombongan berangkat dari Ambon menuju Ternate dengan penerbangan sekitar 1,5 jam. Dari Bandara Sultan Babullah, perjalanan dilanjutkan ke Bacan. Namun, sebelum itu, Gubernur Lewerissa memanfaatkan waktu transit untuk bertemu Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, di Bela Hotel Ternate.

Suasana santai saat makan siang berkembang menjadi percakapan hangat sarat makna. Kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis, mulai dari pembangunan kawasan timur Indonesia, pengelolaan potensi laut, pertanian, hingga penguatan kapasitas aparatur. Kehadiran Kepala Dinas Kominfo Maluku Melkias Lohy, Kepala Biro Hukum Setda Maluku Hendrik Hermawan, dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Maluku Fibra Breemer menambah bobot pertemuan.

Usai pertemuan, Lewerissa berkesempatan mengunjungi Kedaton Kesultanan Ternate. Arsitektur megah peninggalan sejarah itu ia pandang sebagai simbol budaya sekaligus saksi kejayaan Ternate di masa lalu.

Perjalanan berlanjut dengan penerbangan 45 menit menuju Bacan. Setibanya, Gubernur dan rombongan disambut hangat oleh pimpinan Sinode GPM, Pdt. Elifas T. Maspaitella dan Pendeta S.I. Sapulette, bersama tarian adat anak-anak setempat. Kehangatan tergambar saat Lewerissa menyapa, memeluk anak-anak, dan berfoto bersama mereka.

Sore harinya, Gubernur dijamu bersama pimpinan klasis dan tokoh daerah, termasuk Wakil Bupati Halmahera Selatan dan Sekda Kabupaten. Pertemuan meja bundar membahas agenda perayaan HUT ke-90 GPM. Lewerissa menekankan bahwa usia 90 tahun GPM bukan sekadar peringatan ritual, tetapi momentum memperkuat iman serta peran gereja dalam pembangunan masyarakat.

Malamnya, ia menghadiri jamuan makan malam di Gereja Bethel, Desa Tuakona. Acara diawali doa oleh Pdt. Yohanis Manuhuttu dan berlangsung penuh kekeluargaan.

Bagi Gubernur Maluku, kehadirannya di Bacan bukan semata undangan resmi. Perjalanan panjang, sapaan hangat, hingga pertemuan lintas pemimpin daerah menunjukkan wujud kepemimpinan yang hadir, menyapa, dan merajut persaudaraan.(*)