OJK Maluku Perkuat Kolaborasi dengan Media untuk Tingkatkan Literasi dan Waspada Investasi Ilegal

oleh -152 Dilihat

Ambon -Suaratimurnews, com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat peran media sebagai mitra strategis dalam mendorong literasi keuangan, perluasan akses pembiayaan, serta kewaspadaan terhadap investasi ilegal. Hal ini diwujudkan melalui forum rutin bertajuk “OJK Maluku Bastori” yang digelar di Ambon, sebagai ruang dialog santai namun substantif antara OJK dan insan pers.

Kepala OJK Maluku, Andi M. Yusuf, menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam membangun kepercayaan publik. “Media adalah jembatan literasi. Lewat Bastori, kami pastikan informasi sektor keuangan tersampaikan secara kredibel dan kontekstual,” ujarnya.

Kinerja Sektor Keuangan Tumbuh Positif

Per Mei 2025, aset perbankan Maluku mencapai Rp34,01 triliun, didukung DPK sebesar Rp18,28 triliun dan kredit Rp24,17 triliun, dengan pertumbuhan kredit 5,73 persen (yoy). Kredit konsumtif mendominasi, tumbuh 7,55 persen, dan rasio NPL tercatat 3,21 persen.

KUR tersalurkan Rp524,74 miliar kepada 11.557 pelaku UMKM. Di sisi lain, pembiayaan syariah tumbuh signifikan 17,18 persen dengan NPF rendah 1,11 persen.

Pada sektor IKNB, piutang pembiayaan mencapai Rp1,42 triliun, naik 4,43 persen. Premi asuransi jiwa melesat 119,65 persen, sedangkan asuransi umum menurun 13,50 persen. Program Mekaar menjangkau 52.781 perempuan, ULaMM tumbuh 92,69 persen, dan Bank Wakaf Mikro layani 141 nasabah.

Digitalisasi juga meningkat, dengan P2P lending mencapai Rp216,29 miliar dan 29.204 borrower. Sementara di pasar modal, jumlah investor naik 14,5 persen menjadi 55.026 SID, dan transaksi saham melonjak 295 persen menjadi Rp299,9 miliar.

Layanan Konsumen dan Literasi Semakin Luas

Selama semester I 2025, OJK Maluku menangani 369 layanan konsumen, didominasi pengaduan sektor pinjaman daring dan perbankan konvensional. Sementara itu, 349 kegiatan edukasi keuangan digelar, menjangkau 83.845 peserta, termasuk di wilayah 3T seperti Pulau Geser, SBT.

OJK juga mendorong partisipasi komunitas lewat inisiatif OJK PEDULI yang melibatkan pemuda, guru, tokoh agama, hingga jurnalis. “Duta Literasi Keuangan akan hadir dari media lokal,” kata Andi.

TPAKD Dorong Inklusi di 8 Wilayah

OJK bersama TPAKD menggelar pleno di delapan daerah, termasuk Tanimbar, Malteng, SBB, dan Kota Ambon. Program yang didorong meliputi Kredit Melawan Rentenir, Business Matching UMKM, penguatan Agen Laku Pandai, serta literasi keuangan berbasis komunitas.

Cegah Investasi Bodong, Waspadai Penipuan Digital

OJK mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi investasi dan hanya mempercayai lembaga legal dan logis. Satgas PASTI bersama OJK membentuk Indonesia Anti Scam Center (IASC) untuk menindak penipuan digital dan memfasilitasi pemblokiran rekening.

Novian Suhardi, Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Maluku, menegaskan pentingnya peran media. “Jurnalis adalah agen pelindung masyarakat dari jerat investasi ilegal,” ujarnya.

Masyarakat diminta tidak sembarang membagikan OTP, PIN, atau data pribadi, serta mewaspadai aplikasi ilegal yang mencuri data. Laporan penipuan keuangan dapat dilayangkan melalui laman resmi IASC: iasc.ojk.go.id.

Melalui Bastori, OJK Maluku berkomitmen memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif, aman, dan memberdayakan masyarakat di Tanah Maluku.(*)