BI Maluku Libatkan Media dan Kreator Digital dalam Edukasi Ekonomi Syariah dan QRIS

oleh -217 Dilihat

Ambon – Suaratimurnews.com
Bank Indonesia Provinsi Maluku menggandeng insan media dan kreator digital dalam program Training of Trainers (ToT) yang berfokus pada literasi ekonomi dan keuangan syariah (Eksyar), sistem pembayaran digital QRIS, serta kampanye nasional Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP Rupiah).Kegiatan  tersebut berlangsung selama dua hari,  14–15 Juli 2025, di ruang Banda Naira  Swissbell Hotel, Ambon. senin (14/7/2025)

Program ini digelar di tengah meningkatnya peran media digital dalam membentuk opini publik dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dicky R. Apriyanto, secara resmi membuka pelatihan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan media dan konten kreator sebagai kanal strategis komunikasi kebijakan.

“Dengan perkembangan digitalisasi, media dan kreator digital adalah jembatan komunikasi kebijakan. Kami berharap konten yang dihasilkan dapat menyampaikan pesan-pesan Bank Indonesia secara luas dan mudah dipahami,” ujarnya.

Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman dasar mengenai ekonomi dan keuangan syariah, kebijakan sistem pembayaran terkini, hingga strategi penyampaian informasi ekonomi melalui pendekatan visual dan narasi digital yang komunikatif.

Dicky menyoroti bahwa ekonomi syariah kini menjadi sumber pertumbuhan baru dalam perekonomian nasional, sementara QRIS telah berkembang sebagai inovasi pembayaran digital yang efisien dan mendapat perhatian global.

“Kita ingin masyarakat tahu, mengapa Eksyar penting bagi perekonomian, bagaimana memahami dan menjaga kedaulatan rupiah, serta kenapa QRIS menjadi terobosan penting dalam ekosistem keuangan digital,” kata Dicky.

Bank Indonesia menargetkan pelatihan ini dapat mendorong peningkatan inklusi keuangan di Maluku serta memperkuat literasi digital sektor ekonomi, khususnya di kalangan pelaku media dan kreator lokal. Dalam sesi praktikal, peserta juga diajak memproduksi konten kreatif edukatif sebagai bentuk kontribusi dalam menyebarkan pemahaman publik terhadap isu-isu strategis BI.

“Bapak-Ibu bukan hanya peserta, tapi mitra strategis. Kami mohon dukungan dan sinergi dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat,” ungkap Dicky.( ST01)