Alhidayat Wajo: Potensi Pertambangan Maluku Menjanjikan, Hilirisasi Perlu Dipercepat

oleh -182 Dilihat

Ambon,- Suaratimurnews.com Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, menilai potensi pertambangan di wilayah Maluku sangat menjanjikan dan dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah ini.

Ia menekankan pentingnya percepatan hilirisasi industri tambang, terutama di sektor marmer dan gas alam, guna meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Menurut Alhidayat, selama ini sebagian besar hasil tambang Maluku diekspor dalam bentuk bahan mentah tanpa proses pengolahan di daerah asal. Kondisi ini dinilainya merugikan daerah karena tidak memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi tambang.

“Kita punya sumber daya tambang yang sangat besar, seperti marmer di Seram Bagian Barat dan potensi gas di wilayah Seti, Maluku Tengah. Tapi sayangnya, belum ada infrastruktur pengolahan yang memadai. Inilah yang perlu segera dibenahi,” ujar Alhidayat Wajo Rabu (4/6/2025).

Ia mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera mendorong investor membangun pabrik pengolahan di lokasi tambang. Hilirisasi, menurutnya, merupakan strategi penting dalam menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Alhidayat juga menyoroti perlunya regulasi yang berpihak pada daerah penghasil tambang agar proses perizinan dan investasi dapat berjalan lebih efisien. Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah, DPRD, dan pihak swasta dapat diperkuat demi mewujudkan kemandirian ekonomi Maluku melalui sektor pertambangan.

“Kalau semua pihak komitmen, kita bisa ubah wajah ekonomi Maluku dalam waktu dekat. Tapi syaratnya jelas: tambang harus dikelola di sini, oleh kita, untuk kesejahteraan masyarakat kita sendiri,” tegasnya.

Saat ini, sejumlah perusahaan dikabarkan telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di sektor pengolahan marmer, namun masih terkendala izin, infrastruktur dasar, dan kebijakan fiskal yang belum kondusif.
Jika Anda ingin versi berita ini dalam format yang lebih panjang, singkat, atau untuk media sosial, saya bisa bantu sesuaikan. (ST01)