Yayasan Lappan Maluku Gelar Pararel Workshop, Dorong Perempuan Tingkatkan Kapasitas di Bidang Pertanian – Perikanan

oleh -769 Dilihat

Ambon, Suaratmurnews.com Yayasan Lingkar pemberdayaan Perempuan dan Anak (Lappan) dan aksi for gender, social and ecological justice menggelar dialog multi pihak ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan Gender guna mendorong peran perempuan tingkatkan kapasitas di bidang pertanian dan perikanan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aru Meeting Room Swissbell Hotel Kota Ambon Kamis (14/12/2023)

Acara tersebut menghadirkan narasumber baik itu Dinas Pemdes , Pertanian dan Perikanan serta Dosen Pertanian, Bumdes Desa Latta , perusahaan pupuk, aktivis Perempuan serta narasumber lainnya.

Staff AKSI for gender, social and ecological justice ; Henny Nasution dalam keterangan pers mengatakan dalam kesempatan tersebut perempuan petani maupun nelayan telah menyampaikan kelukesa baik itu masalah, sehingga bisa sampaikan ke berbagai pihak untuk berkolaborasi. Kita juga telah sampaikan kesulitan yang kita alami.

Dia mengaku perempuan yang hidup miskin , akan semakin miskin bila tidak diberikan akses sumber daya, modal , pertanian , perikanan serta pemasaran. Untuk itu perlu ada pemenuhan perlindungan dan pemberdayaan perempuan untuk mengatasi kemiskinan, ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan.Untuk itu semua pihak berkolaborasi bersama untuk mengatasi dan memperhatikan situasi perempuan

Sementara itu Ketua Yayasan Lappan Maluku Baihajar Tualeka menjelaskan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada perempuan untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan gender.

Dalam sesi pertanian perempuan petani, kepala Dinas Ilham Tauda mengatakan tentang usulan -usulan yang lebih konkrit , bahkan membuka ruang untuk gunakan Askes dan ketersediaan informasi kepada perempuan petani terkait dengan pemberian bibit maupun lahan pertanian dan itu akan dikroscek di lapangan akan dipasilitasi termasuk juga kartu tani.’ujarnya

Tak hanya itu kalau kartu tani kesulitan, maka mereka akan upayakan mudah-mudahan akan direalisasikan. Kita juga melihat ada banyak hambatan yang dialami oleh perempuan petani dan perempuan nelayan.

Secara keseluruhan sebenarnya bukan saja untuk akses pertanian , tetapi akses sumber daya alam ,air bersih, administrasi kependudukan dan layanan untuk bantuan perlindungan sosial sangat terbatas , sehingga membuat kehidupan perempuan lebih miskin karena keterbatasan tadi.

Kita berharap semoga kegiatan ini bisa mengupayakan strategi untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan gender di provinsi Maluku

“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pertanian dan perikanan. Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan perempuan di bidang ini.”

“Kami akan terus berupaya untuk memberikan pelatihan, akses untuk berkembang, dan dukungan penuh kepada perempuan petani dan nelayan. Mereka adalah salah satu tulang punggung sektor ini.”ungkapnya

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Dr Ilham Tauda usai kegiatan tersebut menyampaikan, saya sendiri diundang untuk berbagi dan banyak mendengarkan masukan dari kelompok ibu-ibu yang bergerak di bidang pertanian baik di sektor budidaya maupun di pengolahan hasil.

Dia mengaku tentunya kita memberikan apresiasi terutama bagi ibu-ibu kelompok tani perempuan yang memang selama ini belum banyak kita sentuh.Kalau mereka itu punya kelompok tani yang terdaftar nanti bisa kita bantu untuk kita daftarkan melalui eplusu kartu tani.

Bahkan kalau mereka punya kartu tani tentunya bisa memudahkan untuk mendapatkan pupuk subsidi dan lain-lain.
ke depan kita akan bersinergi dengan beberapa kelompok ibu-ibu yang sudah mengusahakan baik itu untuk pupuk organik.

“Pihaknya akan membantu untuk kelompok ibu-ibu dalam mengembangkan hortikultura cabe sayur-sayuran dengan syarat yang punya lahan punya petani.”pungkasnya.(ST01)