Pertumbuhan Ekonomi Maluku Triwulan III Capai 6,01 Persen

oleh -447 Dilihat

Ambon -Suaratimurnewscom Pertumbuhan ekonomi Maluku pada triwulan III tahun 2022, capai 6,01 persen (y-on-y), meningkat pada triwulan sebelumnya, sebesar 4,48 persen (yoy). Ujar Ketua Tim Gubernur Percepatan Pembangunan (TGPP), Hadi Basalamah saat memberikan keterangan pers di aula lantai II kantor gubernur Maluku

Dia mengatakan, gubernur memerintahkan kepada saya sebagai ketua TGPP Maluku untuk melakukan penanganan langkah cepat secara terus menerus dengan bergerak secara lokomotif tidak bekerja secara edhoc tetapi melibatkan semua , Supaya seluruh pencapaian yang sudah kita letakkan itu bisa kita ukur untuk kemaslahatan ,sehingga seluruh pencapaian angka itu justru lebih tinggi angka pertumbuhan ekonomi triwulan III 2022, secara nasional, yakni sebesar 5,72 persen yoy.

“Pertumbuhan Ekonomi tersebut, dimotori oleh, pertumbuhan yang tinggi pada sektor-sektor produktif, yakni industri pengolahan 10,70 persen, perdagangan 8,66 persen, informasi dan komunikasi 8,6 persen, jasa perusahaan 7,85 persen, Pertanian, kehutanan, dan perikanan 7,24 persen, serta sektor penyediaan akomodasi makan dan minum 7,16 persen,”.

Sementara pertumbuhan ekspor Maluku, secara akumulatif, hingga triwulan III-2022, telah mencapai 36,15 persen. Dimana pada akhir triwulan III, neraca perdagangan Maluku, mengalami surplus sebesar US$ 4.666,88,”paparnya.

Dia mengaku capaian ini mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Maluku, semakin bergairah. “Dimana, terjadi aktivitas peningkatan produksi, di berbagai sektor strategis, antara lain sektor pertanian dan perikanan, sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, serta sektor pariwisata, “terangnya.

Hal tersebut,, berdampak pada bertambahnya kesempatan kerja sebanyak 8. 089 orang dan menurunkan angka pengangguran terbuka dari 6,93 persen, pada Agustus 2021 menjadi 6,88 persen pada Agustus 2022.

Tak hanya disitu, disaat bersamaan, tingkat Inflasi, semakin terkendali.”Inflasi Maluku, secara bulanan (m-t-m) mengalami deflasi sebesar -0,20 persen pada Oktober 2022 dan secara tahunan (y-o-y) Inflasi Maluku mengalami penurunan dari 6,89 persen pada September 2022 menjadi 6,48 persen di Oktober 2022,”urainya.

Penurunan Inflasi ini, lebih banyak terjadi untuk komuditas pangan. “Dimana hak tersebut, merupakan imbas dari suksesnya Gerakan menanam yang digalaoqn di Kabupaten dab Kota yang menyebabkan produksi pangan, khususnya Cabai dan Holtikultura, mengalami kenaikan yang signifikan,”sebutnya.

Hal tersebut, juga didukung dengan cuaca yang sudah semakin membaik. “Tak mengherankan jika nilai tukar petani Maluki terus meningkat dari 104, 38 persen di bulan September 104,88 persen meningkat dari Oktober atau meningkat 0,48 persen. Walau begitu, dampak kenaikan BBM masih dirasakan sektor transportasi, sehingga sedikit menghambat laju deflasi,”bebernya.

Oleh karena itu, lanjut dia, domino dari kenaikan harga BBM, masih terus diwaspadai pada akhir tahun ini. Diakui, perkembangan makro ekonomi yang semakin membaik ini, mengindikasikan bahwa ditengah ketidakpastian ekonomi global yang semakin tinggi, namun perekonomian Maluku Tumbuh dengan baik serta stabilitas yang masih relatif terjaga.

“Diharapkan, pada triwulan IV, aktivitas ekonomi Maluku, akan terus meningkat sejalan dengan makin membaiknya faktor cuaca yang menyebabkan makin kondusifnya aktivitas produksi di sektor, Pertanian dan perikanan maupun pariwisata,”tandasnya.

Selain itu , disisi permintaan diharapkan dorongan pengeluaran menjelang Natal dan Tahun Baru, serta serapan anggaran pemerintah dapat memacu ekonomi yang lebih tinggi lagi.

Hadir mendamping Ketua TGPP Maluku, Kadis Kominfo Maluku, Drs Titus Renwarin, M.Si, Kepala Bank Indonesia, Bakti Ananta, Kadis Pertanian, DR Ilham Tauda, M.Si dan sejumlah kepala Dinas terkait lainya.(*)