Ambon–Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memanfaatkan momentum Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 untuk memperkuat literasi keuangan sejak usia dini sekaligus mengingatkan anak-anak dan remaja terhadap ancaman kejahatan keuangan digital seperti judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal.
Kegiatan yang digelar di Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Kota Ambon, Kamis (23/7/2026), merupakan hasil kolaborasi OJK Provinsi Maluku bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku dan UNICEF.
Acara tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Ny. Maya Baby Rampen Lewerissa, Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady, jajaran Pemerintah Provinsi Maluku, pimpinan instansi vertikal, para pemangku kepentingan, guru, serta ratusan pelajar mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Dalam kesempatan itu, OJK Maluku memberikan edukasi keuangan secara interaktif sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan generasi muda. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya mengelola uang secara bijak, membangun budaya menabung, serta memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sebagai bekal menuju kemandirian finansial.
Di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital oleh anak-anak dan remaja, OJK juga mengingatkan peserta mengenai berbagai modus kejahatan keuangan digital yang kini semakin marak. Edukasi tersebut menyoroti bahaya judi online dan pinjaman online ilegal yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi keluarga maupun masa depan generasi muda.
Menurut OJK, pemahaman mengenai risiko tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak mampu menjadi pengguna layanan keuangan yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terjebak dalam aktivitas keuangan ilegal.
Partisipasi OJK Provinsi Maluku dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan pelajar.
Melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Maluku, instansi vertikal, serta berbagai pemangku kepentingan, OJK berharap lahir generasi muda Maluku yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kecakapan finansial.
Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya menyiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Dengan mengenalkan literasi keuangan sejak usia dini, OJK optimistis anak-anak Maluku akan tumbuh menjadi generasi yang mampu memahami produk dan layanan keuangan serta mengelola keuangan secara sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.(*)

