Namrole- Suaratmurnews.com Penyampaian kata akhir fraksi – fraksi berlangsung di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) atas rancangan laporan Pertanggung Jawab (LPJ) Bupati pelaksanaan APBD Kabupaten Buru Selatan Tahun anggaran 2021, ditolak fraksi Golongan Karya (Golkar), sementara Tiga fraksi lainnya dinyatakan menerima. Jumat Sore 2/9 2022.
4 Fraksi yang ada di Gedung wakil rakyat itu dintaranya, Fraksi Golkar yang dibacakan Vence Titawael menyebutkan menolak kata akhir LPJ Bupati, sementara Tiga kata akhir fraksi lainnya yakni, Fraksi Nasdem Perjuangaan meliputi, Nasdem dan PDIP, Fraksi Persatuan Nurani Karya (PNK) meliputi, Perindo, Hanura dan Partai Berkarya, dan fraksi Gempar meliputi, Gerindra, PAN, PPP dan Demokrat, Ke 3 fraksi tersebut, kata akhir fraksi menerima LPJ Bupati Tahun 2021.
Penyampaian kata akhir fraksi berlangsun di Gedung Balai Rakyat itu, dihadiri wakil Bupati, Gerson Eliaser Selsily didampingi Sekda, Iskandar Walla, Asisten III, Hadi Longa, Staf Ahli, Abdul Gani Loilatu Kapolsek Namrole dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lungkup Pemda Bursel.
Paripurna kata akhir Fraksi itu juga menghadirkan 15 anggota DPRD dari 20 wakil rakyat yang duduk di Lebaga itu, sidang berlangsung dipimpin Wakil Ketua II DPRD, La Hamidi didampingi wakil Ketua I, Jamatia Booy, sementara pembacaan kata akhir fraksi dari masing masing fraksi, dimulai Pukul 15.00 wit dan berakhir sidang pukul 18.30 wit.
Sambutan Bupati Bursel yang dibacakan Wakil Bupati, Gerson Eliaser Selsily Mengatakan, Pada kesempatan yang berbahagia ini, Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kalau ada hal-hal yang kurang berkenan selama proses pembahasan LPJ Tahun anggaran 2021.
Untuk itu kepada seluruh pimpinan OPD, Saya perintahkan agar segera mengoreksi diri kinerja masing-masing agar kedepan segala agenda penting di daerah terutama yang berhubungan dengan DPRD, Kita dapat menyelesaikan tepat waktu sesuai amanat ketentuan yang berlaku” Ucap Wakil Bupati Bursel.
Dengan demikian Kata Selsily, Kepada seluruh pimpinan OPD dapat bekerja ektra keras, agar mendapat status lebih baik atas laporan keuangan Pemerintah Daerah, yaitu, Wajar Tampa Pengecualian (WTP) sebagai alat ukur kebersihan dalam pengelolaan keungan daerah” Minta Wakil Bupati Bursel.(AK)

