Ambon- Suaratimurnews Meningkatkan minat baca masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Dibutuhkan strategi, pendampingan, dan keterlibatan berbagai pihak agar budaya literasi tumbuh serta memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon menggagas inovasi TABAOS DPK (Perpustakaan Berdaya Berbasis Kolaborasi Komunitas Literasi untuk Meningkatkan Literasi dan Keterampilan Masyarakat Kota Ambon).
Program ini disiapkan dengan tujuh strategi utama untuk memperluas akses bacaan, membangun kebiasaan membaca, meningkatkan kemampuan memahami informasi, sekaligus mengembangkan keterampilan masyarakat.
Inovasi yang diinisiasi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon, Marsia Mulan, S.E., M.M., tersebut merupakan proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026 pada Selasa 3/11/2026
Dalam pengembangannya, TABAOS DPK menyasar lima wilayah, yakni Negeri Batu Merah, Desa Galala, Desa Poka, Desa Hunuth Durian Patah, dan Kelurahan Rijali.
Pelaksanaannya melibatkan pemerintah negeri, desa dan kelurahan, pengelola perpustakaan, komunitas literasi, pegiat literasi, serta mitra pendamping.
Tujuh strategi yang disiapkan meliputi penguatan tata kelola kolaborasi, pembentukan kemitraan melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS), pemetaan kebutuhan bahan bacaan, serta pengembangan layanan koleksi buku bergerak.
Selanjutnya, dilakukan pendampingan literasi melalui kegiatan membaca, membaca nyaring, dan diskusi. Program juga diarahkan pada pengembangan keterampilan berbasis pengetahuan serta penguatan kebijakan dan evaluasi layanan.
Melalui pola tersebut, masyarakat tidak hanya didorong untuk membaca, tetapi juga memahami, mengolah, dan menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk menjamin keberlanjutan program, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon turut menyiapkan draf Peraturan Wali Kota tentang Kolaborasi Pemerintah Daerah dengan Pegiat Literasi dalam Penguatan Budaya Literasi Masyarakat Kota Ambon.
Keberhasilan program nantinya diukur melalui pemanfaatan bahan bacaan, kemampuan masyarakat memahami informasi, serta penerapan pengetahuan dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui TABAOS DPK, perpustakaan diharapkan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi berkembang menjadi pusat pembelajaran masyarakat yang mampu mendorong lahirnya warga Ambon yang gemar membaca, terampil, dan mandiri. (*)
