Wagub Maluku Dorong Sinergi TNI dan Masyarakat untuk Kawal Investasi Blok Masela

oleh -47 Dilihat

Ambon- Suaratimurnews.com – Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath, menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendukung iklim investasi serta keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela.

Menurut Vanath, investasi menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku, terutama dalam memperluas lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, dan memperbesar manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Vanath saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Seminar Komunikasi Sosial (Komsos) TNI bertajuk “Socio-Culture Net Again Memastikan Sustainabilitas Operasional Proyek Lapangan Abadi Masela” di Ballroom Raja Seafood, Ambon, Selasa (20/10/2026). Kegiatan berlangsung secara luring dan daring.

Dalam sambutannya, Vanath mengapresiasi TNI Angkatan Laut melalui Kodaeral IX Ambon yang menginisiasi forum tersebut. Ia menilai komunikasi sosial memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan dan memperkuat penerimaan masyarakat terhadap investasi berskala besar.

“Pertumbuhan ekonomi Maluku selama ini masih banyak ditopang oleh belanja pemerintah, baik melalui belanja pegawai maupun proyek APBN dan APBD. Karena itu, kita membutuhkan investasi swasta yang lebih besar agar aktivitas ekonomi semakin berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Vanath.

Vanath menekankan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan anggaran pemerintah, teknologi, dan infrastruktur.Dukungan sosial, komunikasi yang terbuka, serta kepercayaan masyarakat juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan proyek strategis.

Dalam konteks tersebut, Proyek Lapangan Abadi Blok Masela dinilai memiliki arti penting bagi perekonomian Maluku.

Keberlanjutan proyek tidak hanya berkaitan dengan kegiatan investasi, tetapi juga menyangkut hubungan antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat di wilayah terdampak.

Karena itu, Vanath mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat, untuk membangun koordinasi serta menjaga komunikasi yang konstruktif.

Menurutnya, stabilitas sosial dan kepastian lingkungan investasi menjadi aspek yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Vanath mengingatkan bahwa investasi berskala besar juga perlu disertai perencanaan yang matang terhadap potensi dampak sosial dan lingkungan.

Upaya mitigasi, kata dia, perlu dilakukan sejak tahap persiapan hingga operasional proyek. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan manfaat bagi masyarakat setempat.

Perhatian tersebut mencakup kepentingan masyarakat lokal, pelestarian kearifan budaya, serta kesiapan daerah menghadapi kondisi setelah kegiatan operasional perusahaan berakhir.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjut Vanath, berkomitmen mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif melalui kolaborasi lintas sektor, dengan tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Seminar Komsos TNI tersebut mengangkat tema “Dengan Komunikasi Sosial TNI, Kita Dukung Program Pemerintah dalam Mewujudkan Asta Cita Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”.

Forum ini diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi antara unsur pemerintah, TNI, akademisi, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan serta menjaga keberlanjutan Proyek Lapangan Abadi Blok Masela.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, pejabat utama Kodaeral IX Ambon, anggota DPRD Provinsi Maluku, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia yang mengikuti secara daring, Penasihat Ahli Kepala SKK Migas Bidang Kemaritiman, Rektor UIN A.M. Sangadji, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan instansi vertikal, narasumber, akademisi, dan moderator.

Melalui penguatan komunikasi dan sinergi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Maluku berharap investasi strategis seperti Blok Masela dapat berjalan berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.(*)