Kabut Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Pattimura, Sejumlah Rute Delay dan Batal

oleh -17 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Pattimura Ambon. Sejumlah penerbangan mengalami penundaan hingga pembatalan sejak Kamis (8/10/2026) hingga Senin (12/10/2026).

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Pattimura Ambon menyebutkan, kondisi cuaca buruk atau bad weather menyebabkan jarak pandang (visibility) turun signifikan hingga di bawah 2.000 meter, baik di Bandara Pattimura maupun di sejumlah bandara tujuan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah jadwal penerbangan tidak dapat beroperasi sesuai rencana karena tidak memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Gangguan penerbangan terjadi pada sejumlah rute domestik, mulai dari wilayah Maluku dan kawasan Indonesia Timur hingga penerbangan menuju Surabaya dan Jakarta.

Sejumlah Rute Terdampak Sejak 8 Oktober
Pada Kamis (8/10/2026), penundaan terjadi pada penerbangan Batik Air tujuan Nabire, Wings Air tujuan Dobo dan Ternate, serta Lion Air tujuan Makassar. Sementara itu, penerbangan Lion Air tujuan Langgur dan Wings Air tujuan Namlea dibatalkan.

Operasional penerbangan sempat berjalan normal pada Jumat (9/10/2026). Namun, gangguan kembali terjadi pada Sabtu (10/10/2026), dengan penundaan penerbangan Lion Air tujuan Sorong dan Surabaya.

Pada hari yang sama, enam penerbangan dibatalkan, masing-masing Wings Air tujuan Saumlaki, Dobo, dan Ternate, serta Batik Air tujuan Makassar, Nabire, dan Jakarta.
Gangguan berlanjut pada Minggu (11/10/2026). Lion Air tujuan Makassar mengalami penundaan, sedangkan delapan penerbangan lainnya dibatalkan.

Penerbangan yang dibatalkan meliputi Trigana Air tujuan Kufar dan Moa, Batik Air tujuan Nabire, Wings Air tujuan Dobo, Namlea, dan Ternate, Lion Air tujuan Langgur, serta Garuda Indonesia tujuan Jakarta.Penerbangan 12 Oktober Masih Terdampak
Hingga Senin (12/10/2026), sejumlah penerbangan dari Bandara Pattimura masih mengalami gangguan.

Penundaan dilaporkan terjadi pada penerbangan Wings Air tujuan Ternate dan Dobo, serta Lion Air tujuan Langgur, Sorong, Surabaya, Makassar, dan Namlea.
Sementara itu, empat penerbangan dibatalkan, yakni Trigana Air tujuan Namrole dan Emalamo (Sanana), serta Smart Air tujuan Wahai dan Banda Neira.

Rangkaian gangguan tersebut menunjukkan bahwa kabut asap karhutla tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara, tetapi juga memengaruhi kelancaran konektivitas transportasi udara di Maluku dan sejumlah wilayah lainnya.

Manajemen Bandara Pattimura menyatakan telah memberikan Service Recovery Action (SRA) kepada penumpang yang terdampak penundaan maupun pembatalan penerbangan.Bentuk layanan pemulihan tersebut berupa pemberian makanan ringan dan minuman kepada penumpang yang harus menunggu akibat perubahan jadwal penerbangan.

Bagi penumpang dengan penerbangan berstatus batal, pihak bandara mengarahkan mereka ke loket layanan pelanggan masing-masing maskapai untuk mengurus pengembalian dana (refund) atau penjadwalan ulang (reschedule).

Proses tersebut dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing maskapai.
Keselamatan Jadi Prioritas
Manajemen Bandara Internasional Pattimura Ambon juga menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai pembagian tanggung jawab antara pengelola bandara dan maskapai ketika terjadi gangguan penerbangan.

Dalam keterangan resminya, pihak bandara menjelaskan bahwa penanganan kompensasi, pengembalian dana, maupun penjadwalan ulang penerbangan menjadi tanggung jawab maskapai sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pengelola bandara berfokus pada pemeliharaan kenyamanan fasilitas terminal, menjaga ketertiban, serta membantu penyampaian informasi penerbangan kepada pengguna jasa.

Manajemen Bandara Pattimura menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat kondisi cuaca buruk tersebut.Keselamatan dan keamanan penerbangan, menurut pihak bandara, tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan operasional.

Di tengah kondisi kabut asap yang masih memengaruhi jarak pandang, pengguna jasa penerbangan diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum melakukan perjalanan.(*)