OJK Maluku Genjot Literasi Keuangan Sejak Dini di Sekolah Rakyat

oleh -12 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat literasi keuangan generasi muda melalui edukasi sejak usia sekolah. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi keuangan di Sekolah Rakyat Menengah Atas Negeri 40 Ambon.Kamis 3/9/2026

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya OJK Maluku membangun pemahaman keuangan yang kuat di kalangan pelajar. Para siswa diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan secara bijak, pengenalan produk dan lembaga jasa keuangan, hingga kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang berkembang di ruang digital.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menegaskan bahwa literasi keuangan harus dibangun sejak dini. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan finansial secara tepat di tengah semakin mudahnya akses terhadap layanan keuangan digital.

“Literasi keuangan harus dibangun sejak dini. Generasi muda perlu memahami bagaimana mengelola uang, mengenal lembaga jasa keuangan, serta mampu melindungi diri dari berbagai modus penipuan yang semakin berkembang di ruang digital,” ujar Haramain.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai layanan keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga membawa risiko baru, mulai dari penipuan digital hingga penyalahgunaan data pribadi.

Karena itu, OJK Maluku mendorong agar edukasi keuangan dilakukan secara berkelanjutan dan menyasar kelompok usia sekolah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Afandi Hasanussy, menilai keberadaan Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kecakapan hidup.

Menurut Afandi, edukasi mengenai pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dari pembekalan siswa agar mereka mampu menghadapi tantangan kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Anak-anak di Sekolah Rakyat tidak hanya membutuhkan pendidikan secara akademik, tetapi juga pembekalan keterampilan dan pengetahuan yang dapat menjadi bekal mereka di masa depan. Literasi keuangan menjadi salah satu bagian penting dari pembentukan kemandirian tersebut,” ujar Afandi.

Ia mengapresiasi kolaborasi OJK Maluku dalam memberikan edukasi langsung kepada para siswa. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan dan lembaga jasa keuangan perlu terus diperkuat untuk menciptakan generasi muda yang mandiri.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas Negeri 40 Ambon menyambut positif kegiatan edukasi yang dilakukan OJK Maluku.

Menurutnya, pemahaman mengenai keuangan sangat relevan bagi para siswa, terutama di tengah perkembangan teknologi yang membuat transaksi dan aktivitas ekonomi semakin mudah dilakukan melalui perangkat digital.

“Edukasi seperti ini sangat penting bagi siswa. Mereka perlu memahami bagaimana menggunakan uang secara bijak sekaligus mengetahui risiko ketika menggunakan layanan keuangan digital,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan sehingga siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.(ST01)