Ambon,-Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Hingga Juli 2026, sekitar 8.500 masyarakat telah mengikuti berbagai kegiatan edukasi keuangan yang digelar OJK Maluku.
Kepala OJK Maluku, Haramain Billady, menyampaikan capaian tersebut dalam kegiatan OJK Bastory Triwulan II 2026 yang berlangsung di Lantai V Kantor OJK Maluku, Rabu (12/8/2026).
Haramain mengatakan, penguatan literasi keuangan menjadi bagian penting dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memahami dan menggunakan produk serta layanan jasa keuangan secara bijak.
“Sejauh ini telah dilaksanakan 76 kegiatan edukasi keuangan dengan jumlah peserta sekitar 8.500 orang,” ujarnya.
Program edukasi tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, perempuan, pelajar, mahasiswa, santri, karyawan, petani, nelayan hingga masyarakat umum.
OJK Maluku juga memperkuat program literasi melalui rangkaian Bulan Literasi Keuangan 2026. Sejumlah kegiatan yang dilakukan antara lain Financial Literacy Campaign, Financial Literacy Series, Training of Trainers bagi guru IPS tingkat SMP/MTs se-Kota Ambon, Duta Literasi Keuangan, webinar, podcast, talkshow, kelas edukasi keuangan hingga workshop.
Di Maluku, rangkaian Bulan Literasi Keuangan 2026 antara lain diwujudkan melalui edukasi di SMP Negeri 4 Ambon pada 22 Mei 2026 dan Training of Trainers bagi guru IPS pada 30 Juni 2026 di Kantor OJK Provinsi Maluku.
OJK Maluku juga melaksanakan edukasi dalam rangka Hari Anak Nasional serta membentuk Duta Literasi Keuangan Provinsi Maluku yang melibatkan unsur Lembaga Jasa Keuangan, mahasiswa dan komunitas.
Dorong Budaya Menabung
Selain meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sektor jasa keuangan, OJK Maluku juga akan kembali memperkuat budaya menabung melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026.
Puncak HIM 2026 nantinya dirangkaikan dengan Launching Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang dijadwalkan berlangsung pada awal September 2026.Sejumlah agenda telah disiapkan, di antaranya pembukaan rekening pelajar, kampanye budaya menabung serta berbagai kompetisi edukatif.
Langkah tersebut diharapkan semakin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memiliki kebiasaan mengelola keuangan secara sehat sekaligus meningkatkan akses terhadap produk dan layanan keuangan formal.
Dengan capaian 76 kegiatan dan sekitar 8.500 peserta hingga Juli 2026, OJK Maluku menegaskan komitmennya untuk terus membangun masyarakat yang semakin melek keuangan, bijak menggunakan layanan keuangan, dan mampu mengambil keputusan finansial secara tepat.(ST01)

