Ambon,-Suaratimurnews.com Minat masyarakat Maluku untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2026, jumlah investor di Maluku tercatat mencapai 22.676 Single Investor Identification (SID), atau tumbuh 43,99% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Capaian tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, dalam kegiatan OJK Maluku Bastory Triwulan II 2026 bersama wartawan di lantai V Kantor OJK Provinsi Maluku, Rabu (12/8/2026).
Pertumbuhan jumlah investor tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses masyarakat Maluku terhadap berbagai instrumen investasi di pasar modal. Adapun nilai transaksi saham hingga Juni 2026 tercatat mencapai Rp363,11 miliar.
Menurut OJK, perkembangan pasar modal tidak hanya mencerminkan meningkatnya aktivitas investasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan pengelolaan keuangan dan investasi yang sesuai dengan profil risiko serta kebutuhan masing-masing.
Pembiayaan dan Asuransi Ikut Tumbuh
Selain pasar modal, industri pembiayaan juga terus menopang aktivitas ekonomi masyarakat Maluku. Hingga Juni 2026, piutang perusahaan pembiayaan tercatat sebesar Rp1,33 triliun, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) sebesar 2,50%.
Sementara itu, industri asuransi turut mencatat pertumbuhan. Premi asuransi jiwa mencapai Rp175,67 miliar, atau tumbuh 42,94% yoy. Adapun premi asuransi umum tercatat sebesar Rp37,31 miliar, tumbuh 4,44% yoy.
Pertumbuhan di sektor pembiayaan dan asuransi tersebut menunjukkan semakin pentingnya peran industri jasa keuangan dalam mendukung kebutuhan masyarakat, baik melalui penyediaan pembiayaan maupun perlindungan terhadap berbagai risiko.
Dengan perkembangan tersebut, OJK Maluku menilai peningkatan inklusi dan literasi keuangan menjadi bagian penting agar pertumbuhan industri jasa keuangan dapat diikuti dengan pemahaman masyarakat dalam memilih produk keuangan dan investasi secara bijak.(ST01)
