Seram Bagian Barat–Suaratimurnews.com Festival Seni Budaya Sanggar Ani Luma resmi dibuka bersamaan dengan pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang dipusatkan di Desa Ety, Senin (3/8/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 19.00 WIT itu menjadi langkah awal rangkaian peringatan HUT RI di Kecamatan Seram Barat. Desa Ety dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang.
Prosesi pembukaan diawali dengan penyambutan rombongan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku dan Camat Seram Barat menggunakan tarian Cakalele, salah satu tarian adat yang menjadi simbol keberanian dan kebanggaan masyarakat Maluku.
Penjabat Kepala Desa Ety dalam sambutannya menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung keberadaan Sanggar Ani Luma sebagai wadah pembinaan generasi muda dalam melestarikan seni dan budaya daerah.
“Kami akan terus memberikan dukungan agar sanggar ini tetap berkembang dan mampu menjaga warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur. Kekompakan dan semangat saling menopang harus terus dijaga agar seni budaya tidak terkikis oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, festival budaya menjadi salah satu upaya strategis untuk menjaga identitas budaya lokal sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kekayaan seni tradisional Maluku, khususnya di Desa Ety.
Sementara itu, Camat Seram Barat, Rony Salenusa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap festival budaya dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.
“Budaya yang diwariskan leluhur harus terus dihidupkan. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dapat mengenal, mencintai, dan melestarikan seni budaya daerah agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.
Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Maluku menegaskan bahwa festival budaya tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga berfungsi sebagai media memperkuat identitas daerah dan membangun karakter generasi muda.
Pihaknya juga mengapresiasi terbentuknya Sanggar Ani Luma yang dinilai memiliki peran penting dalam membina anak-anak mencintai budaya lokal. Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sanggar-sanggar seni, tidak hanya di Desa Ety tetapi juga di seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
Pembukaan Festival Seni Budaya Sanggar Ani Luma dan pencanangan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ditandai dengan pemukulan tifa oleh Camat Seram Barat sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.
Festival kemudian dilanjutkan dengan penampilan 12 atraksi seni budaya yang dibawakan anak-anak Sanggar Ani Luma. Berbagai tarian tradisional seperti Tari Katreji, Tari Timba Ikan, Tari Maku-Maku, serta pertunjukan musik ukulele berhasil memukau tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.
Melalui festival ini, masyarakat berharap seni dan budaya warisan leluhur Maluku terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa.(OP)

