Ambon–Suaratimurnews.com Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) Provinsi Maluku meluncurkan aksi penghijauan bertajuk Gerakan BETA TANAM (Bergerak Tanam untuk Ambon Manise) melalui penanaman pohon rambutan di Negeri Rutong, Kota Ambon, Sabtu (11/7).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya OJK memperkuat implementasi prinsip pembangunan berkelanjutan dengan melibatkan sektor jasa keuangan dalam aksi pelestarian lingkungan yang juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Mengusung tema “Gerakan Penghijauan melalui Tanaman Produktif untuk Lingkungan Berkelanjutan”, kegiatan ini melibatkan Pemerintah Negeri Rutong, Ikatan Pegawai OJK (IPOJK), Ikatan Istri Pegawai OJK (IIPOJK), pelaku industri jasa keuangan, hingga masyarakat setempat.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain, mengatakan Gerakan BETA TANAM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol komitmen bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar menanam pohon. Ini merupakan simbol komitmen dan kebersamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pohon yang kita tanam hari ini diharapkan menjadi warisan bagi generasi mendatang sekaligus memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Haramain, keberhasilan pembangunan berkelanjutan membutuhkan sinergi lintas pemangku kepentingan. Karena itu, kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Pemilihan pohon rambutan juga dinilai memiliki nilai strategis. Selain meningkatkan tutupan hijau dan kualitas lingkungan, tanaman produktif tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat saat memasuki masa panen.
Sementara itu, Sekretaris Negeri Rutong, James Naldo Talahatu, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan BETA TANAM.
Ia menegaskan pemerintah negeri bersama masyarakat berkomitmen merawat seluruh pohon yang ditanam agar tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.
Selain penanaman pohon, rangkaian kegiatan juga diisi dengan touring kebersamaan yang melibatkan FKLJK, IPOJK, dan IIPOJK sebagai bagian dari upaya mempererat koordinasi dan kolaborasi antarlembaga.
Menutup kegiatan, Haramain mengajak seluruh pihak menjadikan Gerakan BETA TANAM sebagai gerakan kolektif yang terus berkembang.
“Waktu terbaik untuk menanam pohon mungkin puluhan tahun yang lalu, dan waktu terbaik berikutnya adalah hari ini. Yang terpenting adalah memastikan pohon-pohon yang kita tanam terus dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Melalui program tersebut, OJK Provinsi Maluku berharap kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, pemerintah, dan masyarakat semakin kuat dalam mendorong pembangunan yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Maluku.(*)

