Gubernur Maluku Fasilitasi Pertemuan Damai Hitu Meseng–Morela

oleh -45 Dilihat

Ambon,- Suaratimurnews.com Gubernur Maluku memfasilitasi pertemuan antara masyarakat Negeri Hitu Meseng dan Negeri Morela guna mendorong rekonsiliasi serta membangun kesepakatan damai pascakonflik yang terjadi di kedua wilayah tersebut.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (5/3/2026), dan dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh masyarakat dari kedua negeri.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Anggota DPRD Provinsi Maluku, Juru Bicara Pemerintah Provinsi Maluku, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Maluku, Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Maluku, perwakilan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Kapolsek Leihitu yang diwakili, Raja Hitu Meseng beserta perwakilan masyarakatnya, Raja Negeri Morela bersama para tokoh masyarakat, serta Raja Hitu Lama.

Dalam dialog yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, seluruh pihak menyampaikan harapan agar situasi damai dapat segera terwujud sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan tenteram.

Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa masyarakat dari kedua negeri pada dasarnya memiliki keinginan kuat untuk kembali hidup berdampingan secara damai seperti sebelumnya.

Perwakilan masyarakat Negeri Hitu Meseng menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku atas perhatian dan langkah pemerintah daerah dalam memfasilitasi pertemuan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi pertemuan ini bersama Bapak Gubernur Maluku. Kami juga berterima kasih karena pemerintah berkomitmen membantu memperbaiki rumah-rumah kami yang rusak. Kami juga berkomitmen untuk kembali hidup damai,” ujar perwakilan masyarakat Hitu Meseng.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Negeri Morela menilai bahwa salah satu langkah penting untuk memperkuat perdamaian adalah melalui pembangunan kembali rumah-rumah warga yang terdampak konflik.

“Kami menitikberatkan pada penyelesaian melalui pembangunan kembali rumah-rumah yang terbakar. Jika itu dapat direncanakan dengan baik dan terstruktur, maka perdamaian akan datang dengan sendirinya,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya peran para raja dan tokoh masyarakat di masing-masing negeri untuk mengantisipasi berbagai perkembangan di tengah masyarakat agar tidak kembali terjadi konflik susulan yang dapat mencederai proses perdamaian.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Maluku menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah untuk segera menangani dampak kerusakan akibat peristiwa tersebut.
“Kita sangat menyesalkan peristiwa itu terjadi.

Namun kerusakan yang ditimbulkan akan segera ditanggulangi oleh Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Dalam waktu dekat kita akan memperbaiki rumah-rumah yang rusak,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan kondisi damai secara permanen antara kedua negeri.

Gubernur juga berharap berbagai tindakan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, seperti pemblokiran jalan pada ruas tertentu, dapat segera dihentikan seiring komitmen pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

“Kita berharap perdamaian dapat segera terwujud secara permanen. Peristiwa yang terjadi kita sesalkan, namun itu adalah kejadian yang telah berlalu. Mari kita menatap hari esok dengan semangat baru, dengan saling menghormati, saling menghargai, mematuhi aturan hukum, serta mempercayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Maluku berharap pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat rekonsiliasi serta memulihkan hubungan persaudaraan antara masyarakat Negeri Hitu Meseng dan Negeri Morela demi terciptanya stabilitas dan kedamaian di wilayah Maluku.(*)