Ambon–Suaratimurnews.com Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menetapkan empat festival tahunan sebagai bagian dari strategi memperkuat pariwisata dan merawat kerukunan warga di ibu kota Provinsi Maluku itu.
Empat agenda tersebut masing-masing Festival Jalan Salib, Festival Ramadhan, Festival Imlek, dan Festival Santa Claus yang direncanakan masuk dalam kalender tetap Dinas Pariwisata Kota Ambon setiap tahun.
“Ambon Kota Pertemuan itu bukan sekadar slogan. Ia harus nyata dalam tindakan pemerintah bersama seluruh warga,” kata Bodewin Wattimena saat menghadiri perayaan Festival Imlek 2.577 Kongzili Tahun 2026 di pattimura part Ambon.Sabtu (14/2/2026).
Menurut dia, Ambon tidak bisa hanya mengandalkan potensi wisata alam untuk menarik wisatawan. Biaya transportasi yang relatif tinggi menjadi tantangan tersendiri jika hanya menjual panorama pantai dan laut.
“Kalau hanya menjual pantai, orang bisa memilih daerah lain yang lebih dekat dan murah. Tapi kalau kita hadirkan atraksi budaya dan keagamaan yang unik, itu memberi nilai tambah,” ujarnya.
Ia menilai, event berbasis budaya dan perayaan keagamaan dapat menjadi daya tarik tersendiri sekaligus memperkuat identitas Ambon sebagai kota yang majemuk.
Dengan kalender event yang terjadwal, wisatawan diharapkan mengingat momentum tertentu untuk berkunjung, seperti Festival Santa Claus pada 1 Desember, kemudian Festival Imlek dan Festival Ramadhan.
Selain aspek pariwisata, Bodewin menekankan pentingnya membangun narasi kebersamaan di tengah masyarakat heterogen. Ia mengajak masyarakat menggunakan penyebutan “warga Kota Ambon keturunan Tionghoa” sebagai bentuk penegasan identitas bersama.
“Letakkan Ambon di depan. Itu penting supaya kita semua merasa sebagai warga kota yang sama,” katanya.
Ia berharap Festival Imlek tidak hanya menjadi perayaan seremonial, melainkan juga sarana memperkenalkan budaya dan tradisi warga keturunan Tionghoa kepada masyarakat luas.
Bodewin juga mendorong agar setiap perayaan keagamaan diisi dengan aksi sosial. Ia mencontohkan, dalam perayaan Natal sebelumnya, panitia menyerahkan tiga unit ambulans untuk masyarakat di Ambon.
“Ke depan, perayaan yang seremonial kita kurangi. Lebih banyak kita alihkan menjadi aksi nyata sebagai bukti kepedulian kepada saudara-saudara yang kurang beruntung,” ujarnya. (ST01)

