Ambon–Suaratimurnews.com Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) menggelar sosialisasi literasi digital bagi siswa di SMP Negeri 6 Ambon, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut dibuka Kepala Dinas Kominfo Kota Ambon, Ronald Lekransy. Ia mengatakan, sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Kota Ambon yang inklusif, toleran, dan berkelanjutan.
Menurut Ronald, inklusivitas berarti setiap warga memiliki hak yang sama dalam mengakses fasilitas dan layanan publik tanpa memandang latar belakang sosial maupun kemampuan akademik.
“Ambon yang inklusif itu tidak memandang status sosial, tidak memandang pintar atau tidak pintar. Semua orang punya hak yang sama untuk menggunakan fasilitas negara secara merata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan menganalisis serta mengkaji persoalan secara cerdas.
“Literasi itu kemampuan individu untuk menganalisa dan mengkaji masalah secara cerdas. Jadi bukan cuma soal membaca, menulis, dan menghitung, tetapi bagaimana bisa memecahkan masalah,” kata Ronald.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan para siswa agar menggunakan perangkat digital, khususnya telepon pintar, secara bijak dan bertanggung jawab.
Menurut dia, literasi digital menjadi kunci dalam membangun ekosistem digital yang sehat di ruang publik Kota Ambon.
“Kita berharap literasi digital ini membantu membangun ekosistem di kota ini yang sehat terhadap pemanfaatan digital,” tuturnya.
Ronald menambahkan, perkembangan teknologi informasi harus disikapi secara positif dengan memanfaatkannya untuk meningkatkan keterampilan dan potensi diri.
“Literasi digital hari ini adalah komitmen Pemkot untuk membangun ekosistem digital yang sehat di Kota Ambon. Kami berharap teknologi informasi ini benar-benar digunakan untuk meningkatkan keterampilan dan potensi diri,” ucapnya.(*)

