Ambon,-Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menilai kinerja sektor jasa keuangan di daerah tersebut relatif stabil sepanjang 2025 dan diperkirakan terus menguat hingga akhir tahun.
Penilaian itu disampaikan dalam acara media gathering OJK bersama wartawan di ruang Baltooom lantai V Kantor OJK Maluku Ambon, Kamis (18/12/2025), yang digelar sebagai bentuk apresiasi atas peran media dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan.
“Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat sinergi, menyamakan persepsi, dan meningkatkan kolaborasi, terutama dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan dan perekonomian di level paling bawah, termasuk pelaku usaha kecil,” ujar Kepala OJK Provinsi Maluku Andi Mohammad Jusuf dalam sambutannya pada kegiatan tersebut.
Menurutnya sektor perbankan masih menjadi tulang punggung sektor jasa keuangan di Maluku, bersama pasar modal. Hingga periode Januari–November 2025, total aset perbankan—baik bank umum maupun BPR—mencapai Rp34,3 triliun atau tumbuh 6,65 persen secara tahunan.
Pertumbuhan aset tersebut ditopang oleh penyaluran kredit sebesar Rp20,17 triliun yang tumbuh hampir 5 persen. Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp17,4 triliun dengan pertumbuhan 6,45 persen hingga November 2025.
OJK optimistis kinerja sektor jasa keuangan akan terus meningkat dalam dua bulan terakhir tahun ini seiring naiknya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang akhir tahun.(ST01)

