PT Batutua Tembaga Raya Intensif Tangani Dampak Insiden Tongkang, Lakukan Treatment dan Pemantauan Harian di Lokasi

oleh -103 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews.com Direktur Utama PT Batutua Tembaga Raya (BTR), Boiyke Poerbaya Abidin, memastikan perusahaan terus melakukan langkah aktif penanganan lingkungan pascakecelakaan tongkang yang terjadi pada 26 Agustus 2025 di area Wetar Base Camp (WBC).

“Kami masih terus melakukan treatment aktif di tiga titik area WBC. Proses ini menggunakan perahu dan peralatan khusus untuk mengatasi residu yang tenggelam di lokasi kejadian. Setelah itu dilakukan penyedotan dan pembersihan,”

Demikian disampaikan Boiyke Poerbaya Abidin dalam rapat bersama Komisi II DPRD Maluku, Dinas Lingkungan Hidup,Dinas ESDM Maluku dan Inspektur Tambang di ruang komisi II DPRD Maluku Selasa (21/10/2025(

Selain treatment aktif, BTR juga melaksanakan pemantauan harian kualitas air laut di sekitar area WBC. “Kami menambah beberapa titik pemantauan sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup, termasuk satu titik kontrol di perairan selatan Wetar yang cukup jauh dari lokasi kejadian,” jelasnya.

Pemantauan biota laut juga dilakukan setiap hari untuk mendeteksi adanya kematian ikan akibat pencemaran. “Hingga saat ini tidak ditemukan adanya ikan mati di area tersebut,” tambah Boiyke.

Sampel air laut dari lokasi telah diambil pada 10 Oktober 2025 dan dikirim ke laboratorium terakreditasi di Jakarta pada 14 Oktober. “Biasanya proses analisa membutuhkan waktu sekitar dua minggu setelah sampel diterima,” ujarnya.

Terkait evakuasi tongkang, Boiyke menjelaskan bahwa proses penarikan bagian depan telah berhasil dilakukan pada 19 Oktober, namun bagian belakang masih terkendala karena tertanam dan mengalami kebocoran pada bagian tangki.

“Tim salvage kini memotong sebagian struktur tongkang dan menggunakan grab crane untuk membantu pengangkatan. Evakuasi penuh ditargetkan selesai dalam satu hingga dua minggu ke depan,” katanya.

Selain itu, BTR juga telah bekerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk melakukan kajian biota laut.

“Kami sudah menjalin komunikasi, dan direncanakan pertengahan Oktober atau awal November tim Unpatti akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi dan berdiskusi awal sebelum analisa lanjutan dilakukan,” tutur Boiyke.

Menurutnya, seluruh langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjaga kualitas lingkungan laut di sekitar wilayah operasional. “Kami berupaya maksimal agar dampak lingkungan bisa diminimalisir dan kondisi laut tetap terjaga,” pungkasnya.(ST01)