Dorong Swasembada Pangan, Kadis Pertanian Maluku Buka Pelatihan Penyuluhan Petani Padi

oleh -122 Dilihat

Ambon –Suaratimurnews.com Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, SP, M.Si. membuka secara resmi Pelatihan Pelaksanaan Penyuluhan dan Pemberdayaan Petani pada Tanaman Padi Tahun 2025, yang digelar UPTD Balai Diklat Pertanian Maluku. Kegiatan ini berlangsung sejak 28 Juli hingga 2 Agustus 2025 di Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Waiheru, Ambon.

Dalam sambutannya, Ilham menekankan pentingnya peran petani dan penyuluh dalam mendukung percepatan program swasembada pangan nasional yang ditargetkan rampung pada 2025. Ia mengacu pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta Sapta Cita Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang menempatkan kedaulatan pangan sebagai prioritas pembangunan.

“Target swasembada pangan yang semula ditetapkan tahun 2027, telah dimajukan menjadi 2025 oleh Menteri Pertanian. Ini tentu menjadi tantangan serius bagi kita di daerah,” ujarnya, Senin, 28 Juli 2025.

Provinsi Maluku sendiri, kata Ilham, telah menetapkan target luas tanam padi sawah tahun 2025 sebesar 26.250 hektare, serta tambahan padi gogo seluas 8.000 hektare dan jagung 2.650 hektare. Namun dari 17.900 hektare lahan sawah yang tersedia, sekitar 6.000 hektare dinilai tidak fungsional.

“Rata-rata indeks pertanaman kita baru IP 200. Ini harus ditingkatkan, dan hanya bisa tercapai jika petani dan penyuluh bekerja optimal,” tegasnya.

Ia menyebutkan produktivitas padi di Maluku saat ini berkisar 4 ton per hektare. Namun menurutnya, angka ini masih bisa ditingkatkan hingga 8 ton per hektare melalui adopsi teknologi, varietas unggul, dukungan alat mesin pertanian (alsintan), serta pengelolaan irigasi yang baik.

“Kami akan berkolaborasi dengan TNI AD dalam pendampingan pengembangan padi gogo, khususnya di wilayah Leihitu dan Salahutu, Pulau Ambon,” tambah Ilham.

Lebih lanjut, ia menyinggung hasil pertemuan Gubernur Maluku dengan Wakil Menteri Pertanian pada 7 Juli 2025 lalu di Jakarta, yang menghasilkan sejumlah rencana strategis. Di antaranya pembangunan irigasi tersier untuk 6.000 hektare, pencetakan sawah baru seluas 3.000 hektare pada 2026, serta program rehabilitasi dan optimalisasi lahan sawah.

“Kami sudah tindak lanjuti seluruh hasil pertemuan tersebut,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Ilham juga mendorong agar hasil panen para petani dapat diserap Bulog secara maksimal. “Bulog siap membeli gabah maupun beras dari petani, pastikan panen berkualitas dan tepat waktu,” katanya.

Pelatihan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan perwakilan petani dari lima kabupaten: Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Buru, dan Buru Selatan. Hadir pula dalam acara ini sejumlah pejabat dari Bulog, Balai Proteksi Perkebunan, BRMP, Balai Karantina, BPS, serta pejabat eselon III Dinas Pertanian Provinsi Maluku.

Acara ditutup dengan penyematan pin tanda peserta dan foto bersama.(*)