Salampessy: Stunting Di Buru Turun Menjadi 23,3 Persen

oleh -429 Dilihat

Namlea, -Suaratimurnewscom Bupati Kabupaten Buru, DR Hi Jalaluddin Salampessy saat membuka kegiatan peringatan Hari Kesatuan Gerakan (HKG) PKK Ke 51 mengatakan, terkait dengan stunting di kabupaten buru sebelumnya 31,7 persen kini stunting tahun 2023 turun menjadi 23,3 persen.

Stunting kita di Buru Kata Salampessy, sangat membutuhkan pengetahuan, bukan kemampuan saja, tapi butuh kemampuan ibu-ibu untuk dapat mendorong bapak- bapak mencari rezki jangan terlalu marah-marah akan tetapi berikan sambutan kemesraan yang hangat kepada bapak- bapak sehingga menjadi ketenangan di rumah agar Kas PKK di rumah selalu ada ” Ujar Bupati.

Untuk itu kepada ketua TP PKK, Darma Wanita, Al-Hidayah dan Majelis Ta,lim, tambah Bupati, ini menjadi harapan dari Mentri Dalam Negeri (Mendagri) agar peran- peran strategi PKK, Darma Wanita, Ibu TNI/Polri untuk dapat memberikan kecerdasan dan membangun bangsa ini keluar dari berbagai hal, terutama stunting dan kemiskinan ektrim.

Stunting Kita di Buru Lanjut Salmpessy, sangat membutuhkan bagian dari pengetahuan dan ilmu terutama ibu-ibu yang harus pandai mengolah makanan sesuai selera anak-anak kita dan ini sudah dibuktikan melalui pelatihan di Desa Waprea, Kecamatan Waplau, agar bagaimana variasi makanan olahan untuk kebutuhan konsumsi dalam rangka penurunan stunting menuju Buru yang maju dan mandiri sejahtera dan berkeadilan” Kata Salampessy.

Dikatakannya, Kami sangat berbangga dengan Negeri ini, jati diri anak-anak juga bagus disertai dengan banyaknya taman- taman pengajian dengan kelulusan Hatmil Qur,an dan di dampingi orang tua dan ini menjadi terharu bagi Saya” Ujar Bupati.

Untuk itu Tambah Salampessy, titipan dan harapan Saya kepada ketua Pengadilan Agama harus bisa mampu untuk dapat menyelesaikan persoalan – persoalan, tetapi bukan untuk mengutuskan persoalan – persoalan, sekali lagi menyelesaikan bukan mengutuskan, ini dibuktikan dengan stunting di Buru, saat ini turun jadi 23,3 persen termasuk kemiskinan ekstrim.(adam kiat)