Jakarta,-Suaratimurnews.com Komisi II DPRD Provinsi Maluku melakukan kunjungan kerja dalam rangka penyampaian aspirasi ke kantor Badan Pangan Nasional (BPN) Kementrian Pertanian di Jakarta Jumat (15/07/2022).
Kunjungan kerja komisi II ini dalam penyampaian aspirasi pembangunan Laboratorium pangan untuk mendukung Kabupaten Buru sebagai lumbung pangan nasional itu dipimpin Ketua Johan Lewerissa. Ikut mendampingi Wakil Ketua Temmy Oersepunny, Turaya Samal serta satu orang anggota komisi yaitu Yunus Serang.
Kehadiran rombongan legislator dari Maluku itu diterima Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Kementrian Pertanian Nyoto Suwignyo dan staf mewakili Kepala badan Pangan Nasional, hadir juga Kepala Dinas. Ketahanan pangan Provinsi Maluku Lutfi Rumbia, Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT beserta staf
Ketua Komsi II Johan Lewerisa menyebutkan, kami terus berjuang untuk kepentingan masyarakat kehadiran kita disin kita minta bantuan pembangunan laboratorium pangan. harapan kami kiranya pertemuan ini bisa di wujudkan.
Bhakan lanjut Lewerissa, hasil Pertanian kita bisa mendukung stock pangan, terutama pangan lokal kalau bisa kita usulkan ada anggaran pendampingan untuk memproduksi pangan lokal.”ujarnya.
Anggota Komisi II DPRD Maluku Yunus Serang mengatakan kehadiran kami di kantor Badan Pangan Nasional ini untuk berkoordinasi terkat dengan ketahann pangan lokal kita terutama di kabupaten Malra di kenal dengan Singkong, Enbal ,Maluku Tengah,sagu, MBD jagung,dan sebagainya.
Menurut Politisi Partai Golkar Dapil Kota Tual,Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru ini jika kita kaitkan dengan tingkat kemiskinan Maluku yang dibilang Estrim seperti sanitasi, perumahan yang tidak layak huni, infratsruktur, pendidikan, akses air bersih dan butuh penanganan cepat dari pemerintah
Sementara itu Wakil Ketua Komisi II Turaya samal menjelaskan mudah-mudahan keinginan kita pada tahun 2023 pembangunan Laboratorium Pangan Segar bisa tindaklanjuti. semenstinya pemerintah pusat miliki data yang bisa sinkronisasi dengan provinsi dimanfaatkan untuk subsidi,sehingga persoalan ketahanan pangan masyarakat kita tidak kelaparan.”pintanya.
Hal yang sama juga dikemukakan Wakil ketua Komisi II Temy Oersepuny, mendesak Badan Pangan Nasional dapat merespons pembangun laboratorium pangan segar di Maluku secepatnya.
Menanggapi hal itu Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Nyoto Suwignyo mengaku selama ini kami peduli dengan Maluku. terkait usulan Komisi II bangun Laboratorium Pangan Segar, kalau disetujui kami sampaikan ke Menteri Pertanian, baik itu dalam bentuk fisik maupun portabel, dan program ini menunggu kebijakan Kementrian Keuangan.
“Sebenarnya masalah jalur distribusi pangan ada pada bidang perhubungan laut ada jalur distribusi pangan untuk di jual ke berbagai daerah di Indonesia. Tugas kami menyiapkan siapa yang membutuhkan untuk pendistribusian ini jalan agar Maluku keluar dari kemiskinan.
Dia juga menegaskan salah satu langkah kongkrit penguatan ketahanan pangan adalah penggunaan dana desa.Pemanfaatan dana desa untuk mendukung program ketahanan pangan,dapat dilakukan melalui kegiatan pengembangan usaha pertanian,perkebunanan.
Pendampingan dana desa untuk pangan bisa cegah Stunting, kapasitas memperkuat kepala desa untuk menyiapkan pangan untuk masyarakat desa.”Saya berharap dana desa di efektifkan untuk bersinergi.
Ditambahkan pemerintah Provinsi harus melakukan penguatan pangan lokal melalui perkarangan rumah,kita himbau masyarakat untuk mengkonsumsi pangan lokal.”ungkapnya.
Usai pertemuan tersebut Ketua Komisi II DPRD Maluku Johan Lewerissa berkenan menyerahkan Proposal permohonan pembangunan Labaratorium Pangan Segar yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Buru.(ST01)

