Komisi II DPRD Maluku Dukung Badan Pangan Nasional Bangun Laboratorium

oleh -575 Dilihat

Jakarta,-Suaratimurnews.com Komisi II DPRD Provinsi Maluku  melakukan kunjungan kerja  dalam rangka penyampaian aspirasi ke kantor Badan  Pangan Nasional (BPN) Kementrian Pertanian di Jakarta  Jumat (15/07/2022).

Kunjungan kerja komisi II ini  dalam penyampaian aspirasi pembangunan Laboratorium pangan untuk mendukung  Kabupaten Buru sebagai lumbung pangan nasional  itu dipimpin  Ketua Johan Lewerissa. Ikut mendampingi  Wakil Ketua Temmy Oersepunny, Turaya Samal  serta satu orang anggota komisi yaitu Yunus Serang.

Kehadiran rombongan legislator dari Maluku  itu diterima Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi  Kementrian Pertanian Nyoto Suwignyo dan staf mewakili Kepala badan Pangan Nasional, hadir juga  Kepala  Dinas. Ketahanan pangan  Provinsi Maluku Lutfi Rumbia, Kepala Dinas Ketahanan Pangan SBT beserta staf

Ketua Komsi II Johan Lewerisa menyebutkan, kami terus berjuang untuk kepentingan masyarakat kehadiran kita disin kita minta bantuan pembangunan laboratorium pangan. harapan kami kiranya pertemuan ini bisa di wujudkan.

Bhakan lanjut Lewerissa, hasil Pertanian kita bisa mendukung stock pangan, terutama pangan lokal kalau bisa kita usulkan  ada anggaran pendampingan untuk memproduksi pangan lokal.”ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Maluku Yunus Serang mengatakan kehadiran kami di  kantor Badan  Pangan Nasional ini untuk berkoordinasi  terkat dengan ketahann pangan lokal  kita terutama di kabupaten Malra di kenal dengan Singkong, Enbal ,Maluku Tengah,sagu,  MBD jagung,dan sebagainya.

Menurut Politisi Partai Golkar Dapil  Kota Tual,Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru ini jika kita kaitkan dengan tingkat kemiskinan Maluku  yang dibilang Estrim  seperti sanitasi, perumahan yang tidak layak huni, infratsruktur, pendidikan, akses air bersih  dan butuh penanganan cepat dari pemerintah

Sementara itu Wakil Ketua Komisi II Turaya samal menjelaskan mudah-mudahan keinginan kita pada tahun 2023 pembangunan Laboratorium Pangan Segar bisa tindaklanjuti. semenstinya pemerintah pusat miliki  data yang  bisa sinkronisasi dengan provinsi  dimanfaatkan untuk  subsidi,sehingga persoalan ketahanan pangan masyarakat kita tidak kelaparan.”pintanya.

Hal yang sama juga  dikemukakan Wakil ketua Komisi II Temy Oersepuny, mendesak  Badan Pangan Nasional dapat merespons  pembangun laboratorium pangan segar di Maluku secepatnya.

Menanggapi hal itu Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Nyoto Suwignyo mengaku  selama ini kami peduli dengan Maluku. terkait usulan  Komisi II bangun Laboratorium Pangan Segar, kalau disetujui kami sampaikan ke Menteri  Pertanian, baik itu dalam bentuk fisik maupun portabel, dan  program  ini menunggu kebijakan Kementrian Keuangan.

“Sebenarnya masalah jalur distribusi pangan ada pada bidang  perhubungan laut  ada jalur distribusi pangan untuk di jual ke berbagai daerah di Indonesia. Tugas kami menyiapkan siapa yang membutuhkan untuk pendistribusian ini jalan  agar Maluku  keluar dari kemiskinan.

Dia juga menegaskan salah satu langkah kongkrit penguatan ketahanan pangan adalah penggunaan dana desa.Pemanfaatan dana desa untuk mendukung program ketahanan pangan,dapat dilakukan melalui kegiatan pengembangan usaha pertanian,perkebunanan.

Pendampingan dana desa untuk pangan bisa  cegah Stunting, kapasitas  memperkuat kepala desa untuk menyiapkan pangan untuk masyarakat desa.”Saya berharap dana desa di efektifkan untuk bersinergi.

Ditambahkan pemerintah Provinsi harus melakukan penguatan pangan lokal  melalui  perkarangan  rumah,kita himbau masyarakat untuk mengkonsumsi pangan lokal.”ungkapnya.

Usai pertemuan tersebut Ketua Komisi II DPRD Maluku Johan Lewerissa berkenan  menyerahkan Proposal permohonan pembangunan Labaratorium Pangan Segar yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Buru.(ST01)