Umar Lessy Tegaskan Golkar Maluku Solid, Isu Munaslub Disebut Hoaks

oleh -7 Dilihat
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; sv:16.2.13.2.W20; module: portrait;hw-remosaic: false;touch: (0.0125, 0.19375);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: off;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 33;

Ambon, -Suaratimurnews.com Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar Lessy, menegaskan soliditas dan loyalitas seluruh kader Partai Golkar terhadap kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Ia memastikan tidak ada gejolak internal yang mengarah pada pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Umar bahkan membantah keras isu Munaslub yang belakangan beredar melalui poster digital di media sosial. Menurutnya, informasi tersebut merupakan kabar bohong yang sengaja diembuskan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk mengganggu konsolidasi dan kekompakan partai berlambang pohon beringin tersebut.

“Saya ingin pastikan kepada seluruh kader dan masyarakat bahwa isu Munaslub itu hoaks. Kami melihat ada pihak yang mencoba mengganggu soliditas Partai Golkar. Kondisi internal partai saat ini solid dan berjalan positif,” tegas Umar di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Maluku di Ambon, Sabtu (7/11/2026).

Ia menegaskan, seluruh jajaran kepengurusan, kader, dan simpatisan Golkar di Maluku tetap berada dalam satu barisan mendukung kepemimpinan Bahlil Lahadalia.

“DPD Golkar Maluku tegak lurus di bawah kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia. Kami fokus bergerak bersama, menjaga soliditas, dan menjalankan roda organisasi demi kejayaan Partai Golkar,” ujarnya.

Umar menilai, isu Munaslub yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar yang jelas sehingga tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Ia memastikan dinamika internal Golkar saat ini lebih diarahkan pada penguatan organisasi dan peningkatan kontribusi kader bagi masyarakat.

“Itu perbuatan orang iseng, orang kurang kerjaan, jadi tidak perlu ditanggapi secara seriuslah,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat dan konstituen agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Jika ingin mengetahui kondisi sebenarnya, masyarakat dipersilakan berkomunikasi langsung dengan jajaran pengurus Golkar, mulai dari DPP, DPD provinsi, kabupaten/kota, hingga pengurus tingkat kecamatan dan desa.

Menurut Umar, keterbukaan komunikasi menjadi penting agar publik memperoleh informasi yang benar mengenai perkembangan dan dinamika organisasi.

“Saya tegaskan sekali lagi, Golkar solid, tidak ada itu Munaslub. Isu itu perbuatan orang iseng yang kurang kerjaan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Umar menjelaskan bahwa Golkar Maluku terus memperkuat konsolidasi organisasi secara berjenjang. Penguatan struktur dilakukan mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga rukun tetangga (RT).

Ia menilai, pengalaman panjang Golkar dalam menghadapi berbagai dinamika politik nasional menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas organisasi. Terlebih, partai memiliki mekanisme dan aturan internal yang telah diatur secara jelas dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

Karena itu, seluruh kader diminta tetap berpedoman pada mekanisme organisasi serta menjaga disiplin dan kesatuan langkah dalam menjalankan agenda partai.

Umar juga menyebut kepemimpinan Bahlil Lahadalia telah memberikan arah bagi penguatan konsolidasi Golkar. Peningkatan hasil survei partai, menurutnya, menjadi salah satu indikasi positif terhadap penerimaan masyarakat.

“Kader di Maluku siap menjadi garda terdepan dalam mengawal setiap program dan arahan Ketum Bahlil Lahadalia. Fokus kita adalah kerja nyata untuk masyarakat dan menjaga kesatuan partai,” tukasnya.

Ia memastikan DPD Partai Golkar Maluku akan terus menjaga situasi internal tetap kondusif sekaligus menyelaraskan seluruh agenda politik di daerah dengan kebijakan nasional DPP.

Bagi Golkar Maluku, soliditas organisasi bukan sekadar pernyataan politik, melainkan fondasi untuk memperkuat kerja-kerja partai, menjaga kepercayaan publik, serta menghadapi berbagai agenda politik ke depan.(*)