BEI Gelar CMSE 2026, Dorong Literasi Investasi dan Perluas Partisipasi Masyarakat di Pasar Modal

oleh -14 Dilihat

Jakarta–Suaratimurnews.com PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 yang berlangsung pada 5–7 November 2026 di Main Hall BEI, Jakarta.

Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya BEI memperkenalkan pasar modal secara lebih luas sekaligus mengajak masyarakat memulai investasi dengan pengetahuan, perencanaan keuangan, dan pemahaman terhadap risiko.

CMSE 2026 diselenggarakan BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pertumbuhan jumlah investor pasar modal harus diimbangi dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap instrumen investasi, tujuan keuangan, serta risiko yang menyertainya.

Menurut Jeffrey, investasi bukan sekadar persoalan seberapa cepat seseorang memulai, tetapi juga membutuhkan persiapan, strategi, dan konsistensi untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” ujar Jeffrey dalam pembukaan CMSE 2026, Kamis (5/11/2026).

Ia menegaskan, setiap orang memiliki kemampuan dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen investasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan serta profil risiko masing-masing investor.

Pesan tersebut sejalan dengan kampanye #AkuInvestorSaham yang diluncurkan BEI sejak 10 Agustus 2023. Kampanye ini bertujuan membangun kebanggaan dan mendorong partisipasi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengenal serta memanfaatkan pasar modal sesuai kemampuan.

Di tengah upaya memperluas edukasi investasi, jumlah investor pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan.Berdasarkan data BEI per 15 Oktober 2026, jumlah investor pasar modal tercatat mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.301.974 SID merupakan investor saham.

Pertumbuhan ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri pasar modal untuk memastikan peningkatan jumlah investor berjalan beriringan dengan kualitas pemahaman masyarakat.

BEI menilai edukasi menjadi faktor penting agar masyarakat tidak hanya tertarik berinvestasi, tetapi juga memahami karakteristik produk, potensi keuntungan, risiko, serta pentingnya mengambil keputusan berdasarkan tujuan keuangan.

CMSE 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukasi melalui seminar, talk show, peluncuran produk, serta pameran pasar modal.Pada hari pertama, Kamis (5/11), agenda meliputi Opening Ceremony, Galeri Investasi BEI Award 2026, serta seminar utama bertajuk “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.

Selanjutnya, Jumat (6/11), pengunjung akan mendapatkan edukasi mengenai perencanaan keuangan, pilihan instrumen investasi, dan pasar modal syariah. Pada hari tersebut juga dijadwalkan peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI).

Sementara pada Sabtu (7/11), kegiatan akan diisi dengan edukasi Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.

Untuk memperkenalkan ekosistem pasar modal secara langsung, CMSE 2026 menyediakan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant.

Peserta pameran berasal dari OJK, SRO dan anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, perusahaan binaan IDX Incubator, asosiasi pasar modal, hingga berbagai mitra lainnya.

Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi langsung mengenai produk, layanan, dan berbagai peluang investasi yang tersedia di pasar modal Indonesia.

Selain penyelenggaraan di Jakarta, BEI juga memperluas jangkauan edukasi melalui rangkaian Road to CMSE 2026 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di sektor pasar modal.

Melalui CMSE 2026, BEI berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya investasi yang terencana dan bertanggung jawab. Dengan bekal literasi yang memadai, pasar modal diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam membangun perencanaan keuangan dan mempersiapkan masa depan.(*)