PA’KOP BACARITA, Inovasi Digital Pemkot Ambon Perkuat Pengawasan Koperasi Berbasis Risiko

oleh -25 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnrws.com Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai mendorong transformasi digital dalam tata kelola perkoperasian melalui inovasi PA’KOP BACARITA (Penilaian Kesehatan Koperasi, Basis Data, Capaian, dan Informasi Terintegrasi).

Inovasi yang dikembangkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon tersebut diarahkan untuk memperkuat pembinaan dan pengawasan koperasi melalui sistem pengelolaan data digital terintegrasi. Dengan sistem ini, pemerintah daerah dapat memetakan kondisi kesehatan koperasi sekaligus menentukan pola pembinaan berdasarkan tingkat risiko masing-masing.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon, Siegers Vebyana, S.E., M.Si., kepada wartawan di Ambon, Kamis (5/11/2026), menjelaskan PA’KOP BACARITA merupakan Proyek Perubahan yang dikembangkan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026.

Menurut Siegers, inovasi tersebut lahir dari persoalan belum optimalnya pemanfaatan data hasil penilaian kesehatan koperasi sebagai dasar pelaksanaan pembinaan dan pengawasan.

“Melalui PA’KOP BACARITA, Pemkot Ambon menghadirkan dashboard digital terintegrasi yang memungkinkan data kesehatan koperasi dikelola, dianalisis, dan disajikan secara lebih sistematis, akurat, serta mudah diakses sesuai kewenangan pengguna,” ujarnya.

Dashboard tersebut dirancang memuat berbagai informasi strategis, mulai dari hasil penilaian kesehatan koperasi, profil dan pemetaan risiko, rekomendasi pembinaan hingga pemantauan kondisi koperasi.

Bahkan, sistem ini dilengkapi early warning system berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu mendeteksi potensi persoalan dan menyediakan rekomendasi pembinaan.

Siegers mengungkapkan, selama ini data hasil penilaian kesehatan koperasi masih tersebar sehingga pemanfaatannya dalam proses pengawasan belum maksimal.

Melalui integrasi data dalam satu dashboard, aparatur pembina dan pengawas diharapkan dapat memperoleh gambaran kondisi koperasi secara lebih cepat. Dengan demikian, penanganan tidak lagi dilakukan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan persoalan dan tingkat risiko setiap koperasi.

“Data yang sebelumnya tersebar kini diarahkan menjadi satu sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk menentukan langkah pembinaan secara lebih tepat sasaran,” jelasnya.

Pengembangan PA’KOP BACARITA dilakukan melalui sejumlah tahapan, antara lain pembentukan Tim Efektif, identifikasi proses bisnis, inventarisasi data, standardisasi dan validasi data, pengembangan prototipe dashboard hingga penyusunan standar operasional prosedur (SOP) dan panduan penggunaan.

Tidak hanya mengandalkan pengembangan teknologi, inovasi ini juga diperkuat melalui penyusunan Peraturan Wali Kota Ambon tentang Pedoman Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi.

Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan ketertiban administrasi keuangan koperasi.

Selain itu, dilakukan uji coba dashboard, sosialisasi serta bimbingan teknis bagi aparatur dan pengurus koperasi. Masukan dari pengguna menjadi bagian dari evaluasi untuk menyempurnakan fitur dan kualitas informasi dalam sistem.

Siegers menegaskan, PA’KOP BACARITA bukan sekadar tempat penyimpanan data, tetapi juga instrumen analisis yang mendukung pengambilan keputusan pemerintah daerah.

Perubahan yang ingin dicapai mencakup peralihan pengelolaan data dari sistem manual menuju digital terintegrasi, serta perubahan pola pembinaan dari pendekatan umum menjadi pembinaan berbasis profil risiko.

Dengan pendekatan tersebut, keputusan pemerintah diharapkan semakin mengedepankan data dan bukti (evidence-based decision making), bukan hanya merespons persoalan setelah terjadi.

Dari sisi pemerintah, sistem ini berpotensi meningkatkan efisiensi waktu dan biaya administrasi, mempercepat pengolahan laporan serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya pembinaan.

Sementara bagi koperasi, hasil penilaian kesehatan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi kelemahan organisasi, memperbaiki tata kelola keuangan, meningkatkan transparansi dan memperkuat kepercayaan anggota.

Perbaikan tata kelola tersebut diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan kinerja usaha koperasi dan kesejahteraan masyarakat.

Targetkan Sistem Pembinaan Berkelanjutan
Siegers mengatakan, keberhasilan implementasi PA’KOP BACARITA membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi itu melibatkan jajaran Pemkot Ambon, Tim Efektif, aparatur pembina dan pengawas koperasi, pengurus koperasi hingga mitra pendukung teknologi.

Dukungan Wali Kota Ambon dan Wakil Wali Kota Ambon selaku Mentor Proyek Perubahan juga menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan dan keberlanjutan inovasi tersebut.

Ke depan, PA’KOP BACARITA diarahkan menjadi bagian dari sistem kerja Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon melalui pemutakhiran data secara berkala, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan analisis tren kesehatan koperasi serta integrasi dengan sistem informasi terkait.

Pemkot Ambon juga membuka peluang agar inovasi tersebut dapat menjadi model pengelolaan data perkoperasian berkelanjutan yang berpotensi diterapkan di daerah lain.

“Melalui PA’KOP BACARITA, kita ingin memastikan bahwa data kesehatan koperasi tidak hanya menjadi dokumen administrasi, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan dan pembinaan yang tepat sasaran demi mewujudkan koperasi yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” tegas Siegers.

Dengan hadirnya inovasi ini, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Ambon menargetkan sistem pembinaan dan pengawasan koperasi yang lebih modern, responsif, terukur serta berorientasi pada hasil.

Transformasi digital tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat tata kelola perkoperasian, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem koperasi yang lebih sehat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kota Ambon.(*)