OJK Maluku Dorong Generasi Muda Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal

oleh -14 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan agar mampu mengambil keputusan investasi secara cerdas dan bijak.

Dorongan tersebut disampaikan dalam Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang dirangkaikan dengan kegiatan Sekolah Pasar Modal Level 1 dan 2 bagi mahasiswa, Senin (5/10/2026).

Kegiatan yang digelar OJK Maluku bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Provinsi Maluku dan Phillip Sekuritas Indonesia Cabang Ambon itu diikuti 190 mahasiswa dari Universitas Pattimura, Universitas Kristen Indonesia Maluku, dan Universitas Islam Negeri Ambon.

Mengusung tema “Secure a Better Future: Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal Indonesia, Melek Regulasi, dan Bebas Finansial”, kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pengelolaan keuangan, investasi, risiko, regulasi, hingga perlindungan konsumen.

Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady mengatakan, peningkatan akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga harus memahami cara memilih dan menggunakannya sesuai kebutuhan serta mampu mempertimbangkan manfaat dan risikonya.

“Masyarakat perlu memahami dan mampu menggunakan produk keuangan secara tepat agar mengambil keputusan keuangan secara lebih mandiri dan tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan,” ujar Haramain.

Ia mengatakan penguatan literasi keuangan menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan jasa keuangan.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57%, meningkat dibandingkan 2025 sebesar 66,64%.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan nasional naik menjadi 93,61%, dari sebelumnya 92,74%.Di Maluku, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 63,87%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 87,59%.

Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan akses terhadap layanan keuangan masih perlu diikuti dengan penguatan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan produk dan layanan jasa keuangan.

“Karena itu, masyarakat tidak cukup hanya dapat mengakses produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga perlu memiliki pengetahuan untuk memilih dan menggunakannya secara tepat serta memahami manfaat dan risiko yang menyertainya,” kata Haramain.

Menurut Haramain, mahasiswa menjadi salah satu kelompok penting yang perlu mendapatkan edukasi keuangan sejak dini. Pasalnya, generasi muda akan memasuki dunia kerja dan mulai menghadapi berbagai keputusan keuangan secara mandiri.

Melalui Sekolah Pasar Modal, OJK Maluku berharap mahasiswa tidak hanya mengenal investasi di pasar modal, tetapi juga memahami aspek regulasi, risiko, serta pentingnya memilih instrumen investasi secara rasional dan sesuai profil risiko.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya generasi muda yang semakin melek keuangan sekaligus memiliki kemampuan mengelola keuangan secara bertanggung jawab untuk mempersiapkan masa depan.(ST01)