Reses di Bere-Bere Johan Lewerissa Serap Aspirasi Warga dan Tekankan Pentingnya Jaga Kamtibmas

oleh -10 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Wakil Ketua DPRD Maluku Johan Johanis Lewerissa menggelar reses masa sidang III Tahun 2026 bersama warga Sektor Tiberias, Jemaat Getsemani Bere-Bere, Kelurahan Batu Meja Kecamatan Sirimau kota Ambon Kamis (3/9/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung di rumah keluarga Hehanussa itu menjadi ruang bagi warga menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Keluarga Hehanussa secara sukarela membuka kediamannya sebagai tempat warga berkumpul sekaligus berdialog bersama wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Ambon tersebut.

Johan mengatakan, reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota DPRD untuk turun langsung ke masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mendengar kebutuhan, keluhan, serta berbagai persoalan yang dihadapi warga.

“Bapak dan ibu sampaikan saja apa yang menjadi kebutuhan dan keresahan. Kita cari solusi bersama, sehingga hambatan yang terjadi di masyarakat dapat disalurkan dan diperjuangkan dengan baik,” kata Johan.

Pertama Kali Bertemu Warga RW 05
Johan mengakui, pertemuan tersebut merupakan kali pertama dirinya bertemu langsung dengan warga RW 05, RT 01 hingga RT 04 di Sektor Tiberias.

Ia menegaskan, hal itu bukan berarti dirinya mengabaikan keberadaan masyarakat di wilayah tersebut.Bukan berarti selama ini saya mengabaikan ketidakhadiran saya di wilayah ini. Sebagai anggota DPRD Maluku dari daerah pemilihan Kota Ambon, saya memiliki berbagai tugas dan kegiatan yang harus dijalankan,” ujarnya.

Johan menjelaskan, DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Namun, di luar fungsi tersebut, anggota dewan juga berkewajiban turun ke tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi.

Aspirasi yang diperoleh dalam reses, kata dia, akan menjadi bahan untuk dibawa dan diperjuangkan melalui DPRD sesuai kapasitas dan kewenangan yang dimiliki.

Infrastruktur hingga Kehidupan Jemaat
Dalam dialog tersebut, Johan meminta warga menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan, khususnya persoalan infrastruktur di lingkungan RW 05.
Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan persoalan fisik.

Menurut Johan, kehidupan sosial, keamanan lingkungan, serta kehidupan berjemaat juga menjadi bagian penting yang harus dijaga bersama.

“Selain persoalan infrastruktur, kita juga sebagai warga gereja tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab untuk melayani dalam kehidupan berjemaat,” katanya.

Johan juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak terhadap berbagai program pemerintah, termasuk pembangunan.
Kebijakan tersebut membuat ruang fiskal pemerintah menjadi lebih terbatas sehingga sejumlah program harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Kantor dewan sebenarnya punya banyak program, tetapi karena kebijakan efisiensi, banyak yang harus dipangkas. Pemerintah daerah juga mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Meski demikian, Johan meminta masyarakat tidak kehilangan harapan dan tetap bersama-sama mengawal proses pembangunan.

Selain menyerap aspirasi, Johan mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan tempat tinggal dan jemaat.

Ia menilai situasi keamanan yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama agar tidak terjadi keresahan maupun gejolak yang dapat merugikan masyarakat.

“Kita harus menjaga situasi kamtibmas dengan baik agar tidak ada keresahan dan gejolak yang muncul di tengah masyarakat,” katanya.

Johan juga meminta warga mendukung program Pemerintah Kota Ambon maupun Pemerintah Provinsi Maluku.

Ia mengakui pemerintah tidak terlepas dari kekurangan dalam menjalankan program. Namun, menurutnya, setiap kebijakan harus dilaksanakan melalui tahapan dan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pemerintah bukan malaikat, bukan juga Superman. Kalau ada kekurangan, tentu ada. Tetapi semua harus melalui tahapan dan prosedur sesuai aturan,” ujar Johan.

Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga dalam reses akan menjadi bahan pembahasan bersama di DPRD Maluku.

“Wakil rakyat itu mewakili bapak dan ibu sekalian. Nanti aspirasi dari pertemuan ini akan kita sampaikan di dewan, dibahas bersama, sehingga kita bisa mencari jalan keluar melalui diskusi yang baik,” pungkasnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif. Warga diberi kesempatan menyampaikan masukan, usulan, serta berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan tempat tinggal mereka.(ST01)