Ekspedisi Rupiah Berdaulat Kembali Menyapa Maluku, Jangkau Lima Pulau 3T

oleh -14 Dilihat

Ambon, -Suaratimurnews.com Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026. Kali ini, ekspedisi tersebut menyasar lima pulau di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Maluku.

Kegiatan yang berlangsung pada 28 Agustus hingga 3 September 2026 itu menggunakan KRI Posepa-870, dengan tujuan memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, berkualitas, dan layak edar bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Lima pulau yang menjadi sasaran ERB kali ini yakni Wetar, Kisar, Moa, Damer, dan Banda.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperluas layanan pengedaran Rupiah sekaligus memperkuat implementasi clean money policy. Melalui program ini, BI menyediakan uang layak edar sekaligus menarik uang yang sudah tidak layak edar dari masyarakat.

Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan dan keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu tantangan dalam distribusi uang Rupiah, terutama ke wilayah 3T.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, BI bersinergi dengan TNI AL dengan memanfaatkan sarana transportasi dan jangkauan operasional TNI AL yang mampu menjangkau berbagai wilayah kepulauan.

Sinergi BI dan TNI AL dalam mendukung distribusi Rupiah tersebut telah berlangsung sejak 2012. Hingga 2025, program ERB telah menjangkau 766 pulau melalui 150 kegiatan.
Sementara pada 2026, ERB direncanakan dilaksanakan sebanyak 23 kali dengan target menjangkau 115 pulau di seluruh Indonesia.

Kedua Kalinya di Maluku Di Provinsi Maluku, pelaksanaan ERB kali ini merupakan ekspedisi kedua sepanjang 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan layanan pengedaran Rupiah hingga ke wilayah 3T.Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara pelepasan Tim ERB di Ambon, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, kehadiran layanan Rupiah di wilayah kepulauan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan transaksi masyarakat, tetapi juga memiliki makna strategis dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pelepasan tim ERB turut dihadiri Komandan Kodaeral IX Ambon Laksamana Muda TNI Hanarko Dyodi Pamungkas, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Wakil Komandan Kodaeral IX Ambon, serta Kepala Divisi Command Center Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia.

Bukan Sekadar Penukaran Uang
Pelaksanaan ERB di Maluku melibatkan penjuru Rupiah dari delapan Kantor Perwakilan Bank Indonesia serta tenaga medis Kodaeral IX Ambon.

Selain layanan penukaran uang Rupiah, ekspedisi tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan bagi masyarakat, mulai dari edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi bela negara, hingga sharing leadership.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kehadiran BI dan TNI AL dalam memberikan layanan sekaligus edukasi kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui sinergi bersama TNI AL, Bank Indonesia berharap eksistensi Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara dapat terus terjaga hingga ke seluruh pelosok negeri, terutama wilayah 3T.

Bank Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan Rupiah di seluruh wilayah Indonesia.(*)