Ratusan Peserta Latsar CPNS di Maluku Diduga Keracunan Makanan Katering

oleh -11 Dilihat

Ambon,-Suaratimurnews!com Ratusan peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Maluku mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan katering.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (28/8). Sejumlah peserta mulai mengeluhkan mual, pusing, lemas hingga diare sejak Kamis malam (27/8).

Kondisi peserta yang terus memburuk membuat layanan kesehatan internal BPSDM kewalahan. Pihak pengelola kemudian meminta bantuan Puskesmas Rumah Tiga untuk melakukan penanganan medis terhadap para peserta.

Pantauan di lokasi pada Jumat siang, Hall BPSDM dipadati peserta yang antre menjalani pemeriksaan. Petugas kesehatan dari Puskesmas Rumah Tiga melakukan pendataan terhadap keluhan yang dialami peserta, termasuk menelusuri jenis makanan yang sebelumnya dikonsumsi.

Petugas juga memberikan obat-obatan kepada peserta yang mengalami gejala. Sementara itu, satu unit ambulans disiagakan di halaman BPSDM untuk mengantisipasi kemungkinan adanya peserta yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Sejumlah peserta mengaku masih mengalami mual dan lemas. Bahkan, beberapa di antaranya dilaporkan masih mengalami diare saat mengikuti aktivitas, termasuk ketika pelaksanaan Sholat Jumat.

Hingga Jumat sore, sebagian peserta masih menjalani perawatan di lokasi penanganan sementara.
Belum Ada Keterangan Resmi
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami ratusan peserta tersebut.

Upaya konfirmasi kepada pihak BPSDM Provinsi Maluku belum membuahkan hasil. Kepala BPSDM Provinsi Maluku, Hady Sulaiman, belum memberikan respons ketika dihubungi melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.

Pihak penyedia makanan atau vendor katering juga belum memberikan keterangan terkait dugaan keracunan tersebut.
Di area kantin dan dapur katering, pihak vendor menolak memberikan pernyataan kepada media.

Belum diketahui secara pasti apakah gangguan kesehatan tersebut disebabkan oleh makanan katering. Kepastian mengenai penyebabnya masih menunggu pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut dari pihak berwenang.

Hingga Jumat sore, penanganan terhadap peserta yang mengalami keluhan kesehatan masih berlangsung di lingkungan BPSDM Provinsi Maluku.(ST01)