Ambon, -Suaratimurnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memperkuat strategi peningkatan literasi keuangan dengan menyiapkan mahasiswa dan komunitas sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Duta Literasi Keuangan KOJK Maluku 2026 yang digelar selama dua hari. Kegiatan ini membekali peserta dengan pengetahuan, wawasan, sekaligus kemampuan menyampaikan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Maluku Haramain Billady, Senin (3/8/2026), mengatakan Duta Literasi Keuangan diharapkan tidak sekadar memahami produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga mampu menjadi perpanjangan tangan OJK dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.
Menurutnya, penguatan literasi keuangan perlu dilakukan sejak dini agar masyarakat semakin mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak, memahami risiko, serta terhindar dari berbagai modus kejahatan keuangan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai sektor industri jasa keuangan. Materi meliputi pengenalan OJK, Duta Literasi dan LMSKU, perencanaan keuangan, industri perbankan konvensional dan syariah, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), perusahaan pembiayaan, hingga pergadaian.
Peserta juga mendapat pemahaman mengenai IASC, pinjaman online (pinjol), modus kejahatan keuangan, pasar modal, jaminan sosial, serta industri asuransi jiwa dan umum.
Sejumlah lembaga dan pelaku industri jasa keuangan turut memberikan materi, antara lain BRI, BSI, BPR Modern Express, PT PNM Cabang Ambon, PT Pegadaian Cabang Ambon, Bursa Efek Indonesia Provinsi Maluku, BPJS Ketenagakerjaan Ambon, BPJS Kesehatan Ambon, PT Prudential Life, dan PT Askrindo Cabang Ambon.
Tak hanya aspek teknis, peserta juga dibekali kemampuan public speaking. Kompetensi ini dinilai penting agar para duta mampu mengemas informasi keuangan yang kompleks menjadi edukasi yang mudah dipahami masyarakat.
Haramain menegaskan, keberadaan Duta Literasi Keuangan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem keuangan yang semakin inklusif dan aman di Maluku.
Melalui semangat “Literasi Untuk Semua, Kolaborasi Untuk Negeri” serta edukasi keuangan sejak dini, para Duta Literasi diharapkan dapat menjadi jembatan antara industri jasa keuangan dan masyarakat.
Target akhirnya bukan hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi mendorong lahirnya generasi Maluku yang semakin cerdas, mandiri, produktif, dan bijak dalam mengelola keuangan.(ST01)
