Seram Bagian Barat, -Suaratimurnews,com Kondisi akses jalan menuju Desa Laturake, Kecamatan Taniwel Pegunungan, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, kian memprihatinkan.
Ruas jalan sepanjang kurang lebih 13 kilometer dari jalan utama menuju desa tersebut mengalami kerusakan berat, dipenuhi lubang, bebatuan, serta sejumlah gorong-gorong yang telah rusak.
Kerusakan itu membuat mobilitas masyarakat terganggu. Jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju Desa Laturake sulit dilalui, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi semakin buruk ketika musim hujan tiba.
Sejumlah sungai kecil meluap hingga merendam badan jalan, menyebabkan akses menuju desa nyaris terputus.
Warga mengatakan persoalan ini bukan terjadi dalam waktu singkat. Selama bertahun-tahun, jalan penghubung Desa Laturake dengan pusat Kecamatan Taniwel berada dalam kondisi rusak tanpa penanganan yang memadai. Hingga kini, kerusakan tersebut masih menjadi keluhan utama masyarakat.
Ironisnya, di tengah usia kemerdekaan Indonesia yang akan memasuki 81 tahun pada 17 Agustus 2026, masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) seperti Desa Laturake masih harus menghadapi keterisolasian akibat minimnya infrastruktur dasar.
Menurut warga, kondisi jalan yang rusak juga berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan. Apabila ada warga yang sakit dan membutuhkan penanganan medis, mereka harus dipikul melewati jalan rusak hingga mencapai ruas jalan yang dapat dilalui kendaraan sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit.
“Kalau ada warga sakit, kami harus mengangkatnya sampai ke jalan yang bagus baru bisa dibawa mobil ke rumah sakit. Ini sudah menjadi penderitaan masyarakat selama bertahun-tahun,” ungkap salah seorang warga Jumat 31/7/2026)
Masyarakat menilai akses jalan menuju Desa Laturake telah mengalami kerusakan selama puluhan tahun. Namun hingga saat ini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Pemerintah Provinsi Maluku, maupun pemerintah pusat.
Warga berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran untuk membangun dan memperbaiki akses jalan menuju Desa Laturake. Mereka menilai pembangunan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendesak demi meningkatkan pelayanan kesehatan, pendidikan, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat.
Harapan besar pun disampaikan agar pada tahun-tahun mendatang pemerintah dapat memberikan perhatian nyata melalui pembangunan jalan yang layak, sehingga masyarakat Desa Laturake tidak lagi hidup dalam keterisolasian akibat buruknya infrastruktur.(OP)
