OJK Maluku Gandeng GPM Perkuat Literasi Keuangan Jemaat, Waspadai Pinjol Ilegal dan Investasi Bodong

oleh -7 Dilihat

Ambon,-Suaratimutnews.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperluas sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di daerah.

Kali ini, OJK menggandeng Gereja Protestan Maluku (GPM) untuk memperkuat edukasi keuangan hingga menjangkau jemaat di berbagai wilayah Maluku.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi antara Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, beserta jajaran dengan Ketua Sinode GPM, Pdt. Sacharias Izack Sapulette, S.Th., M.Si., bersama pimpinan Sinode GPM di Kantor Sinode GPM, Ambon, Senin (18/5/2026).

Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan kolaborasi dengan Gereja Protestan Maluku merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada masyarakat hingga ke tingkat jemaat di desa-desa dan pulau-pulau terpencil.

Menurutnya, peran tokoh agama sangat penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola keuangan serta mampu membedakan antara layanan keuangan yang legal dan yang ilegal.

“Kami melihat GPM memiliki jaringan pelayanan yang luas dan dekat dengan masyarakat.Melalui sinergi ini, pesan-pesan edukasi keuangan dapat disampaikan secara lebih efektif sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya perencanaan keuangan, menabung, berinvestasi secara aman, serta terhindar dari pinjaman online ilegal maupun investasi bodong,” ujar Haramain.

Ia menambahkan, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu kunci dalam mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Sementara itu, Ketua Sinode GPM, Pdt. Sacharias Izack Sapulette, S.Th., M.Si., menyambut baik kerja sama yang dibangun bersama OJK Maluku.

Menurutnya, edukasi keuangan merupakan kebutuhan penting bagi jemaat di tengah perkembangan teknologi dan semakin beragamnya produk keuangan yang ditawarkan kepada masyarakat.

“Gereja tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam pelayanan kerohanian, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas hidup jemaat, termasuk dalam aspek pengelolaan keuangan keluarga.

Karena itu, kami siap mendukung program edukasi yang dapat membantu jemaat lebih cerdas, bijak, dan terlindungi dalam mengambil keputusan keuangan,” kata Sapulette.

Ia berharap kolaborasi antara GPM dan OJK Maluku dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan pemahaman keuangan, serta membantu mencegah jemaat menjadi korban praktik keuangan ilegal yang merugikan.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara regulator sektor jasa keuangan dan lembaga keagamaan guna mendorong masyarakat semakin cakap dalam mengelola keuangan serta memahami pentingnya akses terhadap layanan keuangan yang legal dan aman.

Selain mendorong literasi keuangan, OJK juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap maraknya aktivitas keuangan ilegal yang masih menjadi ancaman bagi masyarakat, seperti pinjaman online ilegal dan investasi bodong.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen OJK untuk terus menghadirkan edukasi keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat demi mewujudkan masyarakat Maluku yang semakin cerdas, bijak, dan terlindungi dalam mengakses layanan keuangan.(ST01)