BI Maluku: Literasi Keuangan Jadi Kunci Generasi Muda Hadapi Era Digital

oleh -54 Dilihat

Ambon – -Suaratimurnews.com Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Rahmat Pratama, mewakili Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.

Hal itu disampaikan Rahmat dalam kegiatan
Terdepan) yang digelar Bank Indonesia bersama Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan dan Kementerian Keuangan di Gedung Rektorat Unpatti, Ambon, Selasa (12/5/2026).

Dalam sambutannya, Rahmat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sekaligus menyampaikan permohonan maaf dari Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI Maluku yang berhalangan hadir.

“Kegiatan ini merupakan salah satu langkah positif untuk meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin bijak dan cerdas dalam mengelola keuangan demi mendukung pembangunan ekonomi yang lebih baik,” kata Rahmat.

Ia menyebut Maluku memiliki potensi besar, mulai dari sumber daya alam, kelautan, pariwisata hingga kualitas generasi mudanya. Kondisi itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Maluku yang mencapai 5,16 persen year on year (yoy) pada triwulan I 2026.

Menurut Rahmat, capaian tersebut perlu terus dijaga agar mampu menciptakan kesejahteraan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan, termasuk keputusan dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.

Rahmat menilai masih banyak masyarakat yang memiliki penghasilan cukup, namun belum mampu mengelola keuangan secara baik. Di sisi lain, ada generasi muda yang mulai belajar menabung, menyusun perencanaan keuangan hingga berinvestasi sejak dini.

“Ketika seseorang memahami cara pengelolaan uang yang baik, maka akan menjadi lebih bijak dalam menggunakan pendapatan, tidak mudah konsumtif, dan mulai memikirkan masa depan,” jelasnya.

Ia mengatakan kebiasaan sederhana seperti menabung dan mengatur pengeluaran dapat membentuk budaya investasi dan semangat membangun usaha.

Dampaknya tidak hanya dirasakan individu, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan produktivitas dan penciptaan lapangan kerja.

Rahmat juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi penggerak pembangunan daerah di tengah kemudahan akses investasi dan layanan keuangan digital.

“Literasi keuangan menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak, produktif, dan berkelanjutan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kantor Perwakilan BI Maluku turut melakukan kick off Program Pendidikan Kebanksentralan bersama Universitas Pattimura dan Universitas Kristen Indonesia Maluku.

Program tersebut mencakup edukasi kebanksentralan dan bantuan pendidikan sebagai upaya mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul di Maluku.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan diskusi yang bermanfaat sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Maluku yang sadar finansial, adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih cerdas dan bijak,”Tuturnya.(ST01)