Ambon,–-Suaratimurnews.com Bank Indonesia terus mendorong peningkatan literasi keuangan generasi muda melalui kegiatan Like IT (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan) bertema “Financial Glow Up: Invest Smart, Future Up” yang digelar di Gedung Rektorat Universitas Pattimura, Selasa (12/5/2026).
Direktur Pengembangan Pasar Keuangan BI, Ruth A. Cussoy Intama, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun masa depan ekonomi Indonesia. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan dan investasi perlu ditanamkan sejak dini.
“Kami menyadari bahwa membangun Indonesia ini tidak bisa sendiri. Tidak bisa hanya Bank Indonesia, tetapi harus melalui kolaborasi bersama,” kata Ruth dalam sambutannya.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, praktisi pasar keuangan, hingga influencer edukasi finansial.
Ruth menjelaskan, Like IT 2026 merupakan rangkaian roadshow literasi keuangan yang menyasar mahasiswa di berbagai daerah Indonesia. Setelah sebelumnya digelar di Palembang pada April 2026, Ambon menjadi kota kedua penyelenggaraan program tersebut.
“Kami berharap sosialisasi ini tidak hanya menjangkau daerah di Jawa, tetapi juga seluruh Indonesia dan bertemu dengan teman-teman muda yang menjadi calon investor potensial di masa depan,” ujarnya.
Menurut Ruth, mahasiswa perlu mulai mengenal investasi lebih awal karena memiliki waktu lebih panjang untuk belajar memahami risiko dan membangun pengalaman finansial.
“Semakin cepat mengenal investasi dan pengelolaan keuangan, maka akan semakin baik. Anak muda masih punya waktu panjang untuk belajar dari pengalaman, termasuk ketika menghadapi risiko investasi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh tren investasi viral tanpa memahami profil risiko pribadi.
“Investasi tidak bisa sekadar ikut-ikutan atau karena viral. Kemampuan dan toleransi risiko setiap orang berbeda, bahkan dalam satu keluarga,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ruth menegaskan investasi bukanlah cara instan untuk menjadi kaya, melainkan membutuhkan proses, disiplin, dan konsistensi jangka panjang.
“Investasi itu bukan soal cepat kaya. Yang paling penting adalah disiplin, kesabaran, dan konsistensi dalam membangun masa depan keuangan,” tegasnya.
Melalui kegiatan Like IT, BI bersama otoritas sektor keuangan berharap dapat mendorong perubahan perilaku keuangan generasi muda agar lebih produktif, terencana, dan berorientasi pada masa depan.
Di akhir sambutannya, Ruth mengajak mahasiswa aktif memanfaatkan forum tersebut untuk memperluas wawasan keuangan dan investasi dari para narasumber yang hadir.
“Mari kita bangun generasi muda yang cerdas memahami risiko, mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat, dan konsisten membangun masa depan,” tutupnya.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 300 mahasiswa dari Universitas Pattimura, Universitas Kristen Indonesia Maluku, dan Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji. Acara diisi dengan talkshow edukasi keuangan, booth literasi finansial, kuis dan gim berhadiah, serta sesi berbagi bersama Brenda Ardrina sebagai financial educator.(ST01)
