Ambon, Suaratimurnews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperkuat layanan konsumen sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat di daerah tersebut.
Hingga Desember 2025, OJK Maluku tercatat telah menangani sebanyak 1.133 layanan konsumen. Layanan tersebut terdiri dari 775 pertanyaan, 162 pengaduan, serta 196 permintaan informasi dari masyarakat.
Dari jumlah pengaduan yang masuk, sebagian besar berkaitan dengan sektor pinjaman daring (pinjol), perbankan konvensional, serta perusahaan pembiayaan.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Mohammad Yusuf, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan OJK Maluku Bastori bersama insan media yang digelar di Ambon, Rabu.
Selain penanganan layanan konsumen, OJK Maluku juga gencar melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 382 kegiatan edukasi keuangan telah diselenggarakan dengan total 90.292 peserta, termasuk masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Sejumlah kegiatan literasi yang dilakukan antara lain program Desaku Cakap Keuangan di Kota Tual, Kick Off Bulan Literasi Keuangan, serta Bulan Inklusi Keuangan yang digelar di Kabupaten Maluku Tengah.
OJK juga mengembangkan inisiatif OJK PEDULI (Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia) yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, guru, tokoh agama, hingga jurnalis.
Menurut Andi, pihaknya juga akan membentuk Duta Literasi Keuangan di Maluku yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk insan pers.
“Kami akan membentuk Duta Literasi Keuangan di Maluku, salah satunya berasal dari media lokal,” ujarnya.(ST01)
