Ambon,-Suaratimurnews.com Perayaan Natal Keluarga Besar PDI Perjuangan Provinsi Maluku menjadi momentum refleksi iman sekaligus peneguhan komitmen perjuangan kemanusiaan.
Natal yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Allah Menolong PDI Perjuangan pada Pilpres dan Pileg, serta Pemilihan Kepala Daerah 2029 dan 2031” itu berlangsung di kediaman Ketua DPRD Maluku sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur Watubun, Selasa (6/1/2025).
Perayaan Natal dihadiri jajaran fungsionaris DPD PDI Perjuangan Maluku, pengurus DPC Kota Ambon, DPC Maluku Tengah, DPC Seram Bagian Barat, PAC se-Pulau Ambon, hingga pengurus ranting.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pendeta Ruth Saiya dan berlangsung khidmat dengan pujian rohani yang dibawakan paduan suara, vocal group, serta penampilan solois.
Dalam khotbahnya yang terinspirasi dari Lukas 2:8–20 tentang kisah para gembala, Pendeta Ruth Saiya mengajak seluruh keluarga besar PDI Perjuangan untuk merenungkan makna kelahiran Yesus yang pertama kali disampaikan kepada mereka yang hidup di pinggiran.
Menurut dia, antusiasme para gembala mencerminkan keterbukaan kaum kecil terhadap kabar keselamatan.
“Ketika suara orang kecil terdengar, batin kita harus tergerak. Menjadi pembawa kabar sukacita bagi mereka adalah pilihan iman,” ujar Pendeta Ruth.
Ia menegaskan bahwa meneladani Yesus berarti berani menyuarakan yang tak bersuara dan menghadirkan keadilan bagi mereka yang terpinggirkan. Spirit Natal tersebut, lanjutnya, diharapkan mewarnai seluruh kerja-kerja pengabdian dan politik PDI Perjuangan agar politik menjadi sarana pelayanan bagi sesama.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Benhur G Watubun dalam pesan Natalnya menyampaikan bahwa perayaan ini bukan sekadar agenda seremonial partai, melainkan perayaan iman seluruh keluarga besar PDI Perjuangan.
Ia menekankan bahwa Natal hadir di tengah realitas bangsa yang masih diwarnai ketidakadilan, kemiskinan, dan penderitaan sosial.
“Natal adalah panggilan untuk menyelamatkan keluarga. Bukan hanya keluarga dalam arti rumah tangga, tetapi juga keluarga besar bangsa. Banyak keluarga tercerai-berai akibat ketidakadilan dan bencana, dan di situlah kehadiran kita diuji,” kata Benhur.
Benhur menegaskan, PDI Perjuangan tidak semata berbicara soal kontestasi politik, tetapi konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan. Hal itu diwujudkan melalui keberpihakan kepada kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dan anak-anak panti asuhan, serta dorongan terhadap kebijakan yang menjunjung tinggi kesetaraan martabat manusia.
Sebagai wujud nyata kepedulian Natal, PDI Perjuangan Maluku menyerahkan 530 paket bingkisan Natal kepada penyandang disabilitas serta Panti Asuhan Santo Maria Yoseph dan Panti Asuhan Pitakola. Penyerahan bingkisan dilakukan secara simbolis oleh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPD PDI Perjuangan Maluku.
Perayaan Natal ini menjadi pengingat bahwa iman dan perjuangan tidak dapat dipisahkan. Dalam suasana Natal, PDI Perjuangan Maluku meneguhkan komitmen untuk terus berjalan bersama rakyat kecil, menjadikan politik sebagai jalan pengabdian, serta menghadirkan harapan bagi kaum marhaen di Maluku.(ST01)
