Hadiri Natal PMTI, Wali Kota Ambon Sampaikan Tiga Pesan bagi Warga Toraja

oleh -122 Dilihat

Ambon –Suaratimurnews.com Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menghadiri Perayaan Natal Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Sektor 3 yang berlangsung di Gedung Dua Putri, Waitatiri, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis, 4/12/2025.

Perayaan yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” itu dihadiri ratusan warga Toraja dari wilayah Kota Ambon dan Maluku Tengah.

Dalam sambutannya, Wattimena mengapresiasi kontribusi masyarakat Toraja yang selama ini ikut menopang pembangunan dan menjaga kehidupan sosial yang rukun di Ambon. Ia menilai kehadiran komunitas Toraja menjadi bagian penting dari identitas kota yang toleran.

“Tidak ada masalah meskipun sebagian warga Toraja tinggal di Ambon dan sebagian di Maluku Tengah. Justru ini menunjukkan kemampuan kita membangun kehidupan bersama lintas agama, suku, dan wilayah,” kata Wattimena.

Menurut dia, tema Natal yang menekankan keselamatan dan ketahanan keluarga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Wattimena menilai keluarga merupakan fondasi utama pembangunan. “Kalau semua keluarga baik, kota akan baik. Begitu juga negara,” ujarnya.

Wattimena juga mengingatkan bahwa perayaan Natal tidak hanya menjadi seremoni, tetapi momentum memperkuat komitmen hidup rukun. “Kalau kita memperingati kelahiran Yesus, kita harus mengikuti teladan-Nya dalam relasi kita dengan sesama,” kata dia.

Wali Kota menegaskan masyarakat Toraja selama ini menunjukkan peran positif dalam menjaga harmoni. Ia menyebut tidak pernah mendengar konflik antarkelompok yang melibatkan komunitas tersebut. “Warga Toraja adalah warga kota yang baik, hidup berdampingan dan menjaga keamanan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Wattimena menitipkan tiga pesan penting:
Pertama, dukungan terhadap program pemerintah. Menurut dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa partisipasi masyarakat. “Kami ini hanya tukang palu yang menciptakan harmoni. Masyarakat yang menentukan keberhasilan.”

Kedua, menjaga kebersihan kota. Ia menilai upaya pengentasan stunting dan kemiskinan tidak akan maksimal jika kesadaran kebersihan masih rendah. “Buang sampah pada tempat dan waktunya. Itu kontribusi kecil tapi berdampak besar.”

Ketiga, menghindari konflik dan sentimen kesukuan. Ia meminta warga menjauh dari identitas primordial dalam menyelesaikan masalah. “Kalau tinggal di Ambon, mari bilang kita orang Ambon. Jangan bawa-bawa suku dalam masalah pribadi.”

Wattimena berharap perayaan Natal memperkuat solidaritas masyarakat untuk memajukan Ambon. “Ambon adalah rumah kita bersama. Dengan semangat persaudaraan, kita bisa membuat kota ini tidak tertinggal dan mampu bersaing dengan kota lain,” ujarnya.(*)