Renwarin Tepis Tudingan Potongan Vidio, Gubernur Sangat Menghargai Adat

oleh -517 Dilihat

Ambon -Suaratimurnewscom Kadis Komunikasi dan informatika provinsi Maluku Drs Titus F.L Renwarin menipis tudingan potongan Vidio yang menjadi polemik di media sosial saat Pengukuhan Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn) Drs. Murad Ismail sebagai Badingil Mas.

Terkait potongan video saat jamuan makan siang setelah prosesi pengukuhan Gubernur Maluku Irjen. Pol. (Purn) Drs. Murad Ismail sebagai Badingil Mas oleh Raja Tual, Djafar Tamher, di kediaman Raja Tual pada Sabtu, 24/9/2022 yang lalu,

Hal itu sempat menjadi polemik di media sosial. Ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku Drs Titus F.L Renwarin dalam penjelasan pers yang diterima media ini Selasa 27/9/2022.

Menurut dia , sebenarnya dalam video itu, para raja duduk makan di atas karpet dan Bapak Gubernur beserta rombongan dikursi dan meja bundar.

Namun hal ini tidak berarti suatu penghinaan atau tidak menghargai raja-raja. Penataan ruang d rumah raja, di satu sisi ada tempat untuk prosesi adat hanya karpet sebagai pengalas lantai dan disisi lain ada tempat yang disediakan meja dan kursi untuk para tamu.

Dia mengaku setelah prosesi adat dilanjutkan makan siang bersama. Para raja memilih mengambil makan siang dan duduk kembali ditempat prosesi adat, sedangkan tamu lainya termasuk Gubernur mengambil  posisi duduk di meja yang tersedia. Jadi sebetulnya tidak ada yang aneh karena masing-masing makan siang dengan mengambil tempat yang ada.

Dalam keadaan seperti ini sebetulnya mereka ( para raja) tidak berada
dalam posisi hina atau dilecehkan, semua makan siang dengan senang
(enjoy). Masalahnya sebetulnya pada orang yang memplintir kondisi
dimaksud.

Jelas sekali tujuannya sangat politis, termasuk juga kategori provokasi
masyarakat seakan akan penghinaan terhadap para raja. Padahal
kondisi yang ada tidak demikian.
Untuk itu kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak ikut
memperkeruh keadaan.

Sebenarnya Bapak Gubernur sangat menghargai dan menghormati para raja dan adat istiadat yang berlaku di Maluku sebagai Negeri Raja-Raja khususnya Tanah Kei, sehingga beliau bersedia menerima pengukuhan gelar adat Badingil Mas karena ini merupakan suatu kepercayaan dari
raja-raja dan masyarakat Kei kepada beliau.”ungkapnya.(*)